Ngeri! Ledakan SPBE Cimuning Hanguskan 14 Bangunan, Warga Menjerit Belum Ada Ganti Rugi!

Ngeri! Ledakan SPBE Cimuning Hanguskan 14 Bangunan, Warga Menjerit Belum Ada Ganti Rugi!

Ledakan SPBE di Cimuning Bekasi hanguskan 14 rumah dan kendaraan--

Radarpena.co.id - Warga Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, kini sedang dilanda kecemasan luar biasa. Insiden kebakaran hebat yang menyertai ledakan di sebuah Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Jalan Cinyosog pada Rabu malam pukul 20.30 WIB menyisakan puing-puing kehancuran. Sebanyak 14 bangunan di sekitar lokasi kejadian dilaporkan ludes dan rusak parah akibat amukan si jago merah.

Namun, yang membuat emosi warga makin memuncak adalah sikap pihak pengelola pabrik. Hingga Kamis, 2 April 2026, manajemen SPBE tersebut kabarnya belum membuka jalur komunikasi sedikit pun dengan para korban terdampak. Warga merasa ditinggalkan di tengah kerugian material yang sangat besar.

Rumah Hancur dan Motor Hangus: Kesaksian Pilu Korban Ledakan SPBE

Salah satu korban terdampak, Abdul Muhi, membeberkan kondisi kediamannya yang kini memprihatinkan. Ledakan keras yang terjadi saat kebakaran SPBE Bekasi tersebut merusak bagian belakang rumahnya secara total. Getaran dan panas api menghancurkan struktur bangunan hingga plafon rumahnya runtuh.

“Belum ada komunikasi dari pihak pengelola. Rumah saya terkena pada bagian halaman belakang, sudah rusak parah dah. Sama kanopi, sama plafon-plafonnya sudah rusak,” ucap Abdul dengan nada kecewa saat ditemui di lokasi kejadian, Kamis (2/4/2026).

Kejadian ini benar-benar menjadi mimpi buruk bagi penghuni permukiman padat di Jalan Cinyosog. Pasalnya, api menyambar begitu cepat ke area sekitar pabrik gas tersebut sebelum petugas pemadam kebakaran berhasil mengendalikan situasi.

Bukan Cuma Bangunan, Tempat Usaha dan Kendaraan Warga Ikut Ludes

Dampak ledakan SPBE di Mustikajaya ini ternyata jauh lebih luas dari sekadar kerusakan dinding rumah. Abdul menambahkan bahwa api juga melahap habis aset-aset berharga milik tetangganya, termasuk tempat usaha yang menjadi sumber mata pencaharian utama warga setempat.

Bahkan, beberapa unit kendaraan tidak sempat diselamatkan saat api mulai membubung tinggi. Kondisi ini membuat beban ekonomi warga semakin berat pasca bencana terjadi.

“Kendaraan ada tiga motor yang kebakar dan sejumlah usaha ikut terbakar juga,” ujar Abdul merinci kerugian yang dialami warga di lingkungannya.

Desakan Tanggung Jawab: SPBE Berada di Lingkungan Padat Penduduk

Warga menuntut komitmen nyata dari perusahaan pemilik SPBE. Mengingat lokasi pabrik berada tepat di tengah lingkungan padat, risiko terjadinya kecelakaan fatal seharusnya sudah diantisipasi dengan jaminan keamanan dan asuransi bagi warga sekitar. Mereka berharap pihak perusahaan segera turun ke lapangan untuk mendata kerugian dan memberikan kompensasi yang adil.

“Harapannya ada pertanggungjawaban, karena ini sudah di lingkungan padat,” pungkas Abdul menutup pembicaraan.

Keamanan SPBE di Kota Bekasi Jadi Sorotan

Tragedi kebakaran disertai ledakan ini menjadi alarm keras bagi pengawasan industri di Kota Bekasi. Publik kini mempertanyakan prosedur keselamatan kerja dan jarak aman fasilitas pengisian gas dengan permukiman warga. Jika koordinasi antara perusahaan dan korban terus buntu, warga mengancam akan membawa masalah ini ke jalur hukum demi mendapatkan hak mereka kembali. - Dimas Rafi/Disway

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: