Kemenkes Terapkan Teknologi AI untuk Tangani 5 Penyakit Prioritas: Stroke hingga TBC

Kemenkes Terapkan Teknologi AI untuk Tangani 5 Penyakit Prioritas: Stroke hingga TBC

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono -Istimewa-

Teknologi ini akan menjadi asisten digital bagi tenaga medis dalam menganalisis data medis seperti X-ray, CT-scan, dan rekam medis pasien.

BACA JUGA:7 Tips Bersalin Tanpa Robekan Jalan Lahir: Panduan Aman untuk Ibu Hamil

Salah satu implementasi awal adalah dalam diagnosis Tuberkulosis (TBC) melalui analisis citra rontgen dada, yang ke depan juga bisa digunakan untuk mendeteksi penyakit paru lainnya.

2. Manajemen Data Terintegrasi: SATUSEHAT

Melalui platform SATUSEHAT, AI akan digunakan untuk menganalisis Rekam Medis Elektronik (RME) guna mengidentifikasi pola penyakit, memprediksi potensi wabah, dan menyusun kebijakan kesehatan yang berbasis data (data-driven policy).

Evaluasi Berbasis Evidence-Based Medicine

Meskipun teknologi AI membawa banyak keunggulan, Kemenkes tetap menekankan pentingnya evaluasi berbasis bukti ilmiah (evidence-based medicine) sebelum teknologi ini diintegrasikan secara penuh dalam sistem kesehatan nasional.

“Hasil AI akan dievaluasi secara ilmiah terlebih dahulu. Jika memenuhi standar evidence-based medicine, maka akan diintegrasikan ke dalam platform SATUSEHAT,” jelas Dante.

Langkah ini sejalan dengan transformasi digital sektor kesehatan Indonesia yang menekankan kesederhanaan, efisiensi, dan integrasi layanan kesehatan digital secara nasional.

Langkah Kemenkes dalam memanfaatkan teknologi AI adalah bagian dari transformasi digital kesehatan nasional untuk meningkatkan mutu, efisiensi, dan jangkauan layanan medis.

Fokus terhadap lima penyakit prioritas menjadi strategi awal yang akan menentukan keberhasilan implementasi AI dalam sektor kesehatan Indonesia

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait