2 Tukang Ojek Jadi Korban Penganiayaan KKB di Deiyai, Satu Tewas dan Satu Kritis

2 Tukang Ojek Jadi Korban Penganiayaan KKB di Deiyai, Satu Tewas dan Satu Kritis

2 Tukang Ojek Jadi Korban Penganiayaan KKB di Deiyai, Satu Tewas dan Satu Kritis-Istimewa-

JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Dua tukang ojek menjadi korban penganiayaan sadis yang diduga dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Tigi, Kabupaten Deiyai, Papua Tengah.

Satu korban tewas dan satu lainnya mengalami luka parah dalam insiden yang mengguncang keamanan wilayah tersebut.

Kronologi Kejadian: Korban Ditemukan Bersimbah Darah

Insiden bermula pada Jumat, 15 Agustus 2025 pukul 11.53 WIT, saat tim Sat Reskrim Polres Deiyai yang dipimpin Ipda Muhammad Dito Anugerah menemukan Agus Hariono (46) dalam kondisi kritis bersimbah darah di semak-semak belakang Kantor BPJS Waghete.

Korban langsung dilarikan ke RSUD Waghete dan saat ini dirawat intensif.

Beberapa saat kemudian, aparat kembali menerima laporan serupa di wilayah Waghete II. Korban kedua, La Kafi, ditemukan dalam kondisi tak bernyawa dan langsung dievakuasi ke rumah sakit.

BACA JUGA:Tragis! Wartawan Dibacok dan Ditendang 2 Pria Misterius di Grobogan, Polisi Buru Pelaku

BACA JUGA:Viral WNA AS Ngaku Kehilangan Uang USD5.000 di Bandara Soetta saat Pemeriksaan, Ini Faktanya

Diduga Dikeroyok KKB Pimpinan Panglima Jhon Badii

Komandan Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol Faizal Ramadhani, mengungkapkan bahwa dugaan kuat mengarah pada keterlibatan KKB Nokai Deiyai di bawah pimpinan Panglima Jhon Badii, yang merupakan bagian dari TPNPB Kodap XXXI Goliat Tabuni.

"Dari hasil penyelidikan awal, aparat menduga pelaku penganiayaan merupakan bagian dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Nokai Deiyai, Kodap XXXI, pimpinan Panglima Jhon Badii yang berada di bawah struktur TPNPB Goliat Tabuni," katanya kepada awak media.

Aparat Pastikan Keamanan Warga Jadi Prioritas

Operasi Damai Cartenz menegaskan bahwa mereka tidak akan tinggal diam. Tim khusus telah diterjunkan untuk memburu para pelaku dan mendalami motif di balik penganiayaan ini.

"Kami sudah menurunkan tim untuk mengungkap dan menangkap para pelaku. Aparat tidak akan tinggal diam terhadap tindakan brutal yang mengakibatkan korban jiwa," tegasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait