Pertumbuhan Ekonomi 5,12 Persen Diragukan Ekonom, Sri Mulyani Bilang Begini
Menteri Keuangan Sri Mulyani -Disway/Anisha Aprilia -
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID — Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2025 yang diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS) mencapai 5,12 persen (year-on-year) justru menuai tanda tanya.
Sejumlah ekonom dan pengamat publik mempertanyakan validitas data tersebut karena dianggap melampaui konsensus banyak lembaga kredibel, termasuk proyeksi IMF dan Bank Dunia.
Ekonom sekaligus Pakar Kebijakan Publik dari Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat, menyampaikan kekhawatirannya terkait selisih signifikan antara angka yang dirilis BPS dan prediksi lembaga internasional.
BACA JUGA:Bawa Sang Buah Hati ke Bareskrim, Ini Kata Lisa Mariana Saat Jalani Tes DNA Terkait Ridwan Kamil
“Bank Dunia lewat laporan Global Economic Prospects edisi Juni 2025 hanya memproyeksikan pertumbuhan 4,7 persen. Bahkan Bank Indonesia pun hanya mematok rentang 4,7 hingga 5,1 persen. Jadi capaian 5,12 persen ini melampaui skenario paling optimis sekalipun,” ujarnya saat dihubungi, Rabu 6 Agustus 2025.
Data BPS Perlu Audit Independen
Achmad menilai penting adanya audit terhadap kinerja dan struktur tata kelola BPS demi menjamin independensinya dari tekanan eksternal.
Ia menyarankan pembentukan tim audit independen yang melibatkan pakar statistik nasional dan internasional, ekonom independen, serta lembaga statistik dunia.
“Audit harus dilakukan oleh pihak netral yang tidak memiliki konflik kepentingan, termasuk dari Divisi Statistik PBB atau mitra pembangunan internasional lainnya,” tegas Achmad.
BACA JUGA:Pengumuman! Dana Bansos Tak Diambil 3 Bulan Bakal Diambil Negara
BPS Tak Bisa Disetir
Menanggapi keraguan publik, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa BPS tetap menjaga integritas data dan konsistensi metode statistiknya.
“BPS mengumpulkan data sesuai metodologi dan sumbernya. Tidak bisa disetir siapa pun. Kita juga lihat semua indikator yang digunakan,” kata Menkeu dengan nada tegas.
Pemerintah tetap optimis menjaga momentum pertumbuhan di semester kedua 2025. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa penguatan daya beli masyarakat, investasi, dan ekspor melalui kawasan industri menjadi fokus utama.
BACA JUGA:Pertumbuhan Ekonomi Diklaim 5,12 Persen, Ekonom: Sangat Janggal
“Kami mendorong sektor padat karya agar bisa akselerasi produksi. Dan terkait APBN 2026, Presiden akan menyampaikan langsung dalam pidato 15 Agustus nanti,” kata Airlangga.
Ia juga menambahkan bahwa pertumbuhan ekonomi selanjutnya sangat bergantung pada masuknya investasi serta optimalisasi program non-anggaran oleh seluruh kementerian/lembaga.(bianca)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: