Remaja Perempuan di Bengkulu Bunuh Ibu Kandung saat Salat: Diduga Alami Gangguan Jiwa
Remaja bunuh ibu kandung pakai cobek saat salat-tangkapan layar-
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Warga Kelurahan Panorama, Kecamatan Singaran Pati, Kota Bengkulu, digegerkan dengan aksi pembunuhan tragis yang dilakukan oleh seorang remaja perempuan berinisial NR (17) terhadap ibu kandungnya sendiri, Yati (49), saat sedang menunaikan salat Zuhur di rumah mereka, Sabtu (2/8/2025) sekitar pukul 13.00 WIB.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, NR memukul kepala korban dengan ulekan cobek saat korban dalam posisi sujud, lalu menikam tiga kali menggunakan pisau dapur ke bagian dada dan leher.
Setelah melakukan aksinya, pelaku keluar rumah dan meminta tetangga untuk menjaga kedua adiknya, sembari mengaku telah membunuh ibunya.
Baru Pulang dari Rumah Sakit Jiwa, Ngaku Kesurupan
Diketahui, NR baru saja dipulangkan dari Rumah Sakit Khusus Jiwa (RSKJ) Bengkulu pada Rabu, 30 Juli 2025. Dalam pemeriksaan awal oleh pihak kepolisian, NR mengaku dirinya dalam kondisi kesurupan saat melakukan pembunuhan tersebut.
Kapolsek Gading Cempaka, AKP Jery Antonius Nainggolan, mengonfirmasi bahwa pelaku diamankan tanpa perlawanan oleh tim gabungan dari Polsek Gading Cempaka dan Resmob Polresta Bengkulu.
BACA JUGA:Viral! Pasien Wanita Meninggal di Puskesmas Nosu Mamasa, Diduga Gegara Ini
“Setelah membunuh, pelaku keluar rumah dan menyampaikan kepada warga bahwa ia baru saja membunuh ibunya. Pelaku juga menitipkan kedua adiknya,” ujar AKP Jery.
Trauma Mendalam, Warga dan Keluarga Butuh Pendampingan
Peristiwa ini menyisakan trauma mendalam, tidak hanya bagi dua adik NR yang masih kecil, tetapi juga masyarakat sekitar. Pemerintah kelurahan bersama tokoh masyarakat setempat bergerak cepat memberikan pendampingan psikologis bagi keluarga korban.
Jenazah Yati sempat divisum di rumah, lalu dievakuasi ke RS Bhayangkara Bengkulu untuk pemeriksaan medis sebelum diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan.
Riwayat Gangguan Jiwa Didalami Polisi
Kanit Reskrim Polsek Gading Cempaka, Iptu Putra Agung, mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan pendalaman terhadap motif pelaku. Polisi juga tengah mengumpulkan keterangan dari warga sekitar dan pihak rumah sakit terkait riwayat gangguan kejiwaan NR.
“Kami masih mendalami informasi terkait kondisi kejiwaan pelaku. Saat ini yang bersangkutan masih dalam pemeriksaan Satreskrim Polresta Bengkulu,” jelas Iptu Putra.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: