Topan Wipha Hantam Hong Kong: Ratusan Bangunan Rusak Parah, 26 Orang Dilarikan ke Rumah Sakit

Topan Wipha Hantam Hong Kong: Ratusan Bangunan Rusak Parah, 26 Orang Dilarikan ke Rumah Sakit

Topan wipha terjang Hong Kong, ribuan warga bertahan di tengah badai --Instagram

JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Topan Wipha kembali menunjukkan kekuatannya di wilayah Asia Timur dengan menerjang Hong Kong pada Minggu, 20 Juli 2025. 

Hujan deras dan angin berkecepatan tinggi melanda Hong Kong, menyebabkan pohon tumbang, perancah bangunan runtuh, dan ratusan warga harus mencari perlindungan. 

Meskipun tidak separah sebelumnya, topan wipha di Hongkong ini tetap memberikan dampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat. 

Artikel ini akan mengulas situasi terkini di Hong Kong, dampak badai terhadap infrastruktur, hingga upaya evakuasi dan penyesuaian jadwal transportasi.

Warga Bertahan di Tengah Hujan Deras dan Angin Kencang

Topan Wipha membawa curah hujan tinggi hingga 110 mm hanya dalam tiga jam. Selain itu, embusan angin tercatat mencapai 167 km/jam di beberapa lokasi. 

BACA JUGA:

Pemerintah Hong Kong sempat mengeluarkan sinyal badai No. 8, peringatan tertinggi kedua, selama tujuh jam sebelum menurunkannya ke sinyal No. 3 pada pukul 19.45 waktu setempat.

Dampak langsung dari badai ini terlihat dari 471 laporan pohon tumbang dan kerusakan perancah bangunan, khususnya di kawasan North Point. 

Kenny Yuen, anggota Dewan Distrik Timur, menegaskan bahwa meskipun kerusakan cukup signifikan, dampaknya masih lebih ringan dibanding Topan Mangkhut dan Hato di masa lalu.

"Dibandingkan dengan topan-topan sebelumnya seperti Mangkhut dan Hato, yang menyebabkan kerusakan jauh lebih dahsyat, dampak kali ini terutama terbatas pada pohon tumbang dan perancah yang runtuh," ucapnya seperti dilansir CNN, Senin, 21 Juli 2025.

Ratusan Orang Mengungsi dan Terluka

Pemerintah Hong Kong melaporkan bahwa 253 warga mengungsi ke pusat evakuasi untuk menghindari bahaya. Selain itu, sebanyak 26 orang dilaporkan mendapat perawatan medis di rumah sakit umum akibat cedera ringan hingga sedang selama badai berlangsung.

Berdasarkan laporan saluran televisi pemerintah Tiongkok, CCTV, pusat badai akhirnya mendarat di kota Taishan, Guangdong, China pada pukul 17.50, kemudian perlahan melemah menjadi badai tropis parah. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait