Penemuan Mayat Tanpa Kepala di Kali Ciliwung: Diduga Pegawai Kemendagri yang Hilang di Megamendung

Penemuan Mayat Tanpa Kepala di Kali Ciliwung: Diduga Pegawai Kemendagri yang Hilang di Megamendung

Ilustrasi penemuan mayat --

"Kondisi jenazah yang pertama itu tidak mengenakan pakaian, yang kedua dia posisi tengkurap. Ketiga, sebagian badan nggak ada organnya. Yang pertama ada kepala bagian belakang, yang kedua alat kelaminnya," ujar Awal.

Diketahui sebelumnya, Kapolsek Pancoran Kompol Mansur mengatkan, hingga kini, pihaknya masih menunggu hasil otopsi dari RS Polri Kramat Jati guna mengungkap identitas korban secara pasti.

"Untuk diketahui ini keluarga dari si A, si B-nya mana, kita belum ketahuan saat ini. Masih tunggu proses dari Rumah Sakit Kramat Jati," ujar Kompol Mansur.

Dugaan Korban Hilang dari Megamendung

Polisi menerima dua laporan orang hilang dari wilayah Megamendung, Puncak, Bogor. Salah satu dari laporan itu menyebut seorang pria hilang saat memancing dan kemungkinan terseret arus banjir. Dugaan kuat, korban yang ditemukan di Pancoran adalah salah satu dari mereka.

"Dari wilayah Megamendung karena ada indikasi pada saat itu hanyut banjir, dimungkinkan mayat tersebut hanyut sampai di wilayah Pancoran. Pihak keluarga sudah memberikan ciri-ciri dan sebagainya, tapi dari pihak kami belum bisa memastikan," jelas Mansur.

Beberapa rekan korban dari Kemendagri juga sempat hadir di lokasi penemuan, memperkuat dugaan bahwa korban adalah pegawai kementerian tersebut.

Otopsi dan Tes DNA Jadi Kunci

Dengan kondisi jenazah yang telah rusak, proses identifikasi tidak bisa dilakukan secara visual semata. Tes DNA menjadi langkah penting agar polisi dapat memastikan identitas jenazah dengan tepat, sekaligus mengetahui apakah kematian terjadi akibat tindak kekerasan atau kecelakaan alam.

Penemuan mayat pria tanpa kepala di Kali Ciliwung menjadi alarm bagi keselamatan masyarakat saat beraktivitas di alam terbuka, terutama saat musim hujan yang rawan banjir.

Sementara proses otopsi dan identifikasi masih berlangsung, pihak keluarga dan masyarakat menanti jawaban pasti dari aparat penegak hukum.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait