Kemdiktisaintek Luncurkan Program Magang Berdampak 2025: Siapkan Mahasiswa Jadi Agen Perubahan

Kemdiktisaintek Luncurkan Program Magang Berdampak 2025: Siapkan Mahasiswa Jadi Agen Perubahan

Program Magang Berdampak 2025 dibuka--Kemdiktisaintek

JAKARTA, RADARPENA.CO.ID – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) resmi meluncurkan Program Magang Berdampak 2025, Senin (16/6), di Gedung D Kemdiktisaintek.

Program ini merupakan bagian dari transformasi pendidikan tinggi menuju arah baru bertajuk "Kampus Berdampak", yang tak hanya mencetak lulusan siap kerja, tapi juga agen perubahan yang relevan terhadap tantangan zaman.

“Program ini dirancang bukan semata-mata untuk meningkatkan angka partisipasi magang, tapi untuk menyiapkan mahasiswa menjadi pelaku perubahan,” ujar Menteri Brian dalam pidatonya. Ia menegaskan bahwa mahasiswa perlu dibekali dengan kepekaan sosial, keterampilan profesional, dan daya saing global.

BACA JUGA:Sengketa 4 Pulau Memanas, Kemendagri Perintahkan Pertemuan Gubernur Aceh dan Sumut 18 Juni

Program Magang Berdampak 2025 bukanlah program magang konvensional. Kemdiktisaintek menyusun strategi agar mahasiswa terlibat langsung dalam penyelesaian masalah nyata di dunia kerja serta membangun jejaring lintas sektor.

Program ini dimulai dengan pendaftaran peserta pada 16 Juni hingga 11 Juli 2025, dan magang akan berlangsung dari 4 Agustus hingga 22 Desember 2025.

Mahasiswa akan didampingi dosen pembimbing lapangan, menerima pembekalan, serta mendapat bantuan biaya hidup. Evaluasi dilakukan rutin melalui laporan dari mahasiswa, mitra, dan perguruan tinggi. Di akhir program, peserta akan menyusun laporan akhir sebagai refleksi kontribusi mereka.

Mitra Strategis dari Berbagai Sektor

Magang Berdampak membuka kolaborasi dengan mitra dari berbagai sektor unggulan seperti:

  • Logistik
  • Teknologi informasi dan kecerdasan buatan
  • Edutech dan video streaming
  • Robotik dan smart city
  • Ritel digital, perbankan, pelestarian budaya, hingga layanan pustaka

Langkah ini mencerminkan upaya Kemdiktisaintek untuk menautkan ekosistem kampus dengan realitas industri modern.

BACA JUGA:Viral! Suami Serahkan Istri ke Pria Diduga Selingkuhan, Momen Haru dan Penuh Emosi Terekam Kamera

Wakil Menteri Stella Christie mengungkapkan bahwa program ini merupakan hasil evaluasi dari Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) yang sukses mencetak prestasi:

Rata-rata gaji alumni MSIB mencapai Rp5,5 juta, hampir dua kali lipat dari rata-rata nasional.

16,52% mahasiswa magang dan 6,25% peserta studi independen langsung mendapatkan tawaran kerja dari mitra.

33% peserta berasal dari keluarga kurang mampu, dan 12,44% dari keluarga dengan orang tua tidak lulus SD.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: