Kejagung Periksa Manajer Pemasaran PT Acer Indonesia, Terkait Dugaan Korupsi Laptop Kemendikbudristek

Kejagung Periksa Manajer Pemasaran PT Acer Indonesia, Terkait Dugaan Korupsi Laptop Kemendikbudristek

Manajer Pemasaran PT Acer Indonesia diperiksa penyidik Kejagung--gizmologi.id

JAKARTA, RADARPENA.CO.ID — Kasus dugaan korupsidalam proyek Digitalisasi Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) semakin bergulir panas. Kejaksaan Agung (Kejagung) kembali melakukan pemeriksaan terhadap lima saksi kunci pada Kamis (12/6), salah satunya adalah RS, yang merupakan Manajer Pemasaran PT Acer Indonesia pada tahun 2020.

Langkah ini memperkuat indikasi bahwa perusahaan penyedia perangkat teknologi tersebut memiliki keterkaitan langsung dalam proyek pengadaan laptop untuk sekolah-sekolah di Indonesia.

Proyek ini berlangsung selama periode 2019 hingga 2022 dengan nilai kontrak mencapai ratusan miliar rupiah.

BACA JUGA:8 Penyebab Batal Wudhu yang Wajib Kamu Ketahui agar Ibadah Sah, Nomor 5 Tidak Disadari

Dugaan Markup Harga dalam Pengadaan Laptop

Program digitalisasi pendidikan, yang semula dirancang untuk mempercepat transformasi pembelajaran berbasis teknologi di sekolah dasar dan menengah, kini tengah berada di bawah sorotan tajam.

Kejagung menduga adanya praktik mark up atau penggelembungan harga dalam proses pengadaan laptop.

Sejumlah laporan menyebutkan bahwa harga laptop yang dibeli pemerintah jauh melebihi harga pasaran. Jika dugaan ini terbukti, maka negara berpotensi mengalami kerugian besar akibat penyimpangan anggaran secara sistematis.

“Pemeriksaan saksi ini penting untuk menguatkan pembuktian dan melengkapi berkas perkara,” ujar Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah.

BACA JUGA:Resmi! Thomas Frank Jadi Manajer Baru Tottenham Hotspur hingga 2028

Nama PT Acer Indonesia Muncul dalam Penyelidikan

Selain RS dari PT Acer Indonesia, empat saksi lain yang dipanggil berasal dari internal Kemendikbudristek, yaitu HD, HEH, NKH — yang merupakan anggota Tim Teknis Analisis Kebutuhan Alat Pembelajaran TIK — serta IA, mantan Staf Khusus Kemendikbudristek.

Munculnya nama PT Acer Indonesia dalam penyidikan menjadi perhatian publik. Hingga saat ini, perusahaan tersebut belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait pemanggilan RS oleh Kejagung.

Tekanan publik pun meningkat agar PT Acer Indonesia memberikan klarifikasi terbuka atas dugaan keterlibatannya dalam proyek yang semestinya untuk mencerdaskan anak bangsa ini.

masyarakat luas, terutama karena menyangkut sektor pendidikan yang merupakan tulang punggung masa depan bangsa.

BACA JUGA:300 Karyawan PT San Xiong Steel Datangi Kantor DPRD Lampung

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: