Ritel Asing Berguguran di Indonesia, Ini Penyebab dan Peluang bagi UMKM Lokal

Ritel Asing Berguguran di Indonesia, Ini Penyebab dan Peluang bagi UMKM Lokal

Suasana Supermarket Besar Hyfresh-Istimewa-

JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Fenomena kejatuhan sejumlah ritel asing di Indonesia menjadi sorotan publik.

Dalam beberapa waktu terakhir, merek-merek fashion global seperti Debenhams, Forever 21, hingga jaringan supermarket asal Korea Selatan GS Supermarket resmi menghentikan operasionalnya. Penutupan gerai raksasa ini menandai perubahan besar dalam lanskap ritel nasional.

Ritel Modern Kehilangan Magnetnya

Menurut Menteri Perdagangan Budi Santoso, kejatuhan ritel besar dipicu oleh perubahan perilaku konsumen. Masyarakat kini lebih memilih berbelanja di UMKM atau minimarket terdekat untuk kebutuhan harian, alih-alih berbelanja bulanan di ritel modern.

"Kalau dari hasil diskusi kami dengan APPI, ritel modern itu hanya jualan saja. Tidak ada experience atau journey, pastinya akan kalah dengan UMKM," ujar Mendag Budi kepada Disway dan awak media lainnya di Kantor Kemendag, pada Rabu 4 Juni 2025 lalu.

Dalam hal ini, Mendag Budi menjelaskan bahwa saat ini sudah tidak banyak masyarakat pergi ke retail modern untuk berbelanja bulanan. Saat ini, masyarakat bisa berbelanja kebutuhan sehari-hari mereka dengan berbelanja di minimarket atau UMKM terdekat.

"Sekarang (masyarakat) hanya berbelanja untuk 1-2 hari saja," ucapnya. 

BACA JUGA:Wafat di Atas Mimbar: Begini Detik-detik Meninggalnya Ustaz Yahya Waloni Saat Khotbah

BACA JUGA:Ekspresi Alyssa Bersama Ahmad Dhani dan Maia Jadi Sorotan: Momen Langka yang Bikin Netizen Heboh

Hal serupa juga diungkapkan oleh Dosen FEB UPNVJ sekaligus Wakil Direktur German Centre UPNVJ, Freesca Syafitri. Menurutnya, fenomena keruntuhan ritel besar ini sendiri juga disebabkan karena ritel besar sendiri gagal membaca arah pasar.

"Konsumen Indonesia, terutama anak muda dan kelas menengah baru, berpindah ke platform digital, lebih suka produk lokal, dan menuntut pengalaman yang personal dan kontekstual," tutur Freesca ketika dihubungi oleh Disway, pada Jumat 6 Juni 2025.

Menurut Freesca, hal ini sendiri seharusnya bisa menjadi jadi peluang bagi pelaku ritel lokal. Namun, dirinya juga menambahkan bahwa Negara juga perlu hadir, tidak hanya lewat regulasi, tapi juga dengan menciptakan ekosistem pendukung.

Ritel Modern Harus Bertransformasi

Tren kejatuhan ritel asing di Indonesia bukan semata akibat ekonomi global, tapi juga karena kegagalan dalam membaca arah pasar lokal. Transformasi digital, inovasi pengalaman belanja, dan kedekatan emosional dengan konsumen kini menjadi kunci bertahan di industri ritel.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait