Seskab Pastikan Pemerintah Bakal Selesaikan Masalah Pertambangan Nikel di Raja Ampat
Sekretaris Kabinet (Seskab) RI Teddy Indra Wijaya mengatakan pemerintah telah menindaklanjuti soal eksploitasi tambang nikel di wilayah Raja Ampat, Papua Barat Daya -Dok. Greanpeace-
Greenpeace menyoroti bahwa dampak negatif pertambangan nikel sebelumnya sudah terlihat jelas di beberapa daerah seperti:
Halmahera
Wawonii
Kabaena.
Kerusakan lingkungan, pencemaran air, dan konflik sosial menjadi catatan serius yang diharapkan tidak terulang di Raja Ampat, yang dikenal sebagai salah satu ekosistem laut terkaya dan paling indah di dunia.
Langkah Pemerintah Dinilai Positif, Tapi Harus Diikuti Evaluasi Menyeluruh
Penghentian sementara oleh pemerintah diapresiasi oleh berbagai pihak, namun aktivis menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh, transparan, dan partisipatif terhadap izin tambang yang telah diterbitkan, serta melibatkan masyarakat adat dan ilmuwan lingkungan dalam prosesnya.
Langkah cepat pemerintah dalam menghentikan sementara aktivitas tambang nikel di Raja Ampat menjadi angin segar bagi upaya pelestarian lingkungan.
Namun, ke depannya dibutuhkan komitmen kuat dan kebijakan tegas untuk menjaga kelestarian kawasan konservasi yang menjadi warisan dunia ini, dari tekanan industri ekstraktif.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: