Dedi Mulyadi Bantah Isu Vasektomi Jadi Syarat Bansos: Itu Edukasi, Bukan Pemaksaan

Dedi Mulyadi Bantah Isu Vasektomi Jadi Syarat Bansos: Itu Edukasi, Bukan Pemaksaan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi-Disway/Hasyim Ashari-

"Media sosial saya adalah pada penerima bantuan yang anaknya banyak diharapkan Berkeluarga Berencana. Kalau bisa malah pun laki-laki dan tidaka hanya vasektomi saja kan ada yang lain, ada pengaman," tutur Dedi.

Isu ini sebelumnya muncul di media sosial dan memicu kontroversi, terutama setelah beredarnya potongan video lama yang menampilkan pria-pria yang mengikuti program vasektomi saat masa kepemimpinan Dedi di Purwakarta.

Menanggapi hal itu, Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa dalam konteks pengendalian jumlah penduduk dan peningkatan kesejahteraan keluarga, edukasi tentang KB sangatlah penting.

“Kami memberikan edukasi agar keluarga bisa merencanakan masa depan, bukan dengan paksaan, tapi dengan pengetahuan,” ujarnya.

KB adalah Pilihan, Bukan Kewajiban

Lebih lanjut, Dedi menegaskan bahwa kebijakan yang ia dorong selalu berlandaskan pilihan dan pengetahuan, bukan pemaksaan.

“Kami tidak memaksa siapa pun. Ini tentang merencanakan keluarga secara sadar dan bijak,” ujarnya.

Dedi Mulyadi dengan tegas membantah kabar hoaks terkait vasektomi sebagai syarat bansos

Ia menekankan pentingnya edukasi Keluarga Berencana untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat tanpa unsur pemaksaan. Isu yang berkembang hanya bagian dari disinformasi yang menyesatkan publik.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait