Remaja Curi Pisang demi Adik yang Diarak Warga di Pati, Kini Diangkat Anak Asuh Polisi

Remaja Curi Pisang demi Adik yang Diarak Warga di Pati, Kini Diangkat Anak Asuh Polisi

Remaja Curi Pisang demi Adik yang Diarak Warga di Pati Kini Diangkat Anak Asuh Polisi -tangkapan layar-TikTok

JAKARTA , RADARPENA.CO.ID - Kasus viral seorang remaja berinisial AAP (17) yang kedapatan mencuri pisang di Desa Gunungsari, Kecamatan Tlogowungu, Pati, Jawa Tengah, akhirnya mendapatkan penyelesaian humanis melalui mekanisme Restorative Justice.

Remaja tersebut mengaku mencuri empat tandan pisang senilai Rp250.000 untuk menghidupi adiknya yang masih duduk di bangku SMP, setelah ibunya meninggal tujuh tahun lalu dan ayahnya menghilang.

Awalnya, kasus ini menuai sorotan setelah video AAP diarak warga beredar luas.

Namun, Polresta Pati memilih pendekatan yang lebih manusiawi dengan memberikan pendampingan dan bantuan kepada AAP serta adiknya.

Kapolresta Pati, Kombes Pol Andhika Bayu Adhittama, mengarahkan Kapolsek Tlogowungu, AKP Mujahid, untuk mengangkat AAP sebagai anak asuh Polsek.

BACA JUGA:Tragis! Pasutri Tewas Tertimbun Runtuhan Tembok saat Banjir Melanda Bandar Lampung

BACA JUGA:KAI Daop 1 Jakarta Operasikan 13 KA Tambahan untuk Mudik Lebaran 1446 H, Cek Jadwalnya!

"Kami ingin membantu mereka keluar dari kesulitan. Atas petunjuk dari Pak Kapolresta Pati, adik AAP kami jadikan anak asuh dan kami bantu sekolahnya, sementara AAP kami beri kesempatan untuk membantu di Polsek agar mendapatkan penghasilan," ujar Kapolsek Mujahid saat mengunjungi rumah AAP di Desa Rejoagung, Kecamatan Trangkil, pada Jumat (21/2/2025).

Selain itu, AAP dan adiknya juga menerima bantuan pendidikan berupa beasiswa serta kebutuhan harian dari Polsek Tlogowungu.

Kapolsek Mujahid berharap, bantuan ini dapat memastikan AAP dan adiknya tidak putus sekolah serta memiliki masa depan yang lebih baik.

Keputusan bijak Polresta Pati ini mendapat apresiasi dari masyarakat setempat. Kasimin, Ketua RT Desa Gunungsari, mengucapkan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan kepolisian.

"Saya mengucapkan banyak terima kasih atas jerih payah dan perhatian dari Bapak Kapolsek Tlogowungu serta seluruh jajaran kepolisian yang telah menangani kasus dan menolong adik kami," kata Kasimin.

Bantuan juga datang dari berbagai pihak, termasuk pemerintah desa, warga, dan partai politik.

BPD Desa Gunungsari menyambut baik langkah kepolisian yang tidak hanya menyelesaikan kasus secara hukum, tetapi juga memulihkan kehidupan AAP dan adiknya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait