Persiapan Arus Mudik Lebaran 2025, Tol Tangerang-Merak Tambah Gerbang Transaksi di Cikupa

Persiapan Arus Mudik Lebaran 2025, Tol Tangerang-Merak Tambah Gerbang Transaksi di Cikupa

Pengelola Jalan Tol Tangerang-Merak Tambah Gerbang Transaksi-Istimewa -

JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Menjelang arus mudik Lebaran 2025, pengelola jalan tol Tangerang-Merak melakukan sejumlah persiapan untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan.

Salah satunya dengan menambah gerbang transaksi di Cikupa, Kabupaten Tangerang. 

Penambahan ini dilakukan di gardu menuju Merak dan Jakarta untuk memperlancar arus lalu lintas.

"Dari 10 gardu menjadi 13 gardu untuk arah Merak, dan dari 5 ke 6 gardu untuk arah ke Jakarta. Peningkatan kapasitas gerbang Cikupa ini telah dilakukan," ujar Direktur Teknik Astra Tol Tangerang-Merak, Rinaldi, Sabtu, 22 Februari 2025.

Selain penambahan gerbang, pengelola juga melakukan penggantian mesin pemindai kartu uang elektronik (e-toll) untuk mempercepat proses transaksi.

Sebanyak 74 unit toll fare information (informasi tarif tol) dan 19 unit toll collector terminal (aplikasi pembayaran tol) diganti di gerbang tol Cikupa.

BACA JUGA:Siskaeee Hirup Udara Segar Usai Dipenjara di Rutan Pondok Bambu Setahun Lebih, Bakal Ngonten Lagi?

BACA JUGA:Tong Tji Buka Lowongan Kerja Fresh Graduate, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

"Penggantian toll fare information sebanyak 74 unit di semua lajur transaksi. Penggantian toll collector terminal sebanyak 19 unit di gerbang tol Cikupa," jelasnya.

"Penggantian itu karena kita sadar kecepatan dari peralatan untuk merespon transaksi itu berpengaruh kecepatan. Kemudian peralatan yang sudah mungkin lebih dari 3 tahun, itu kita lakukan penggantian," sambungnya.

Rinaldi menegaskan bahwa upaya ini tidak berdampak pada efisiensi operasional perusahaan. 

Semua kegiatan tetap berjalan sesuai Rencana Kerja dan Program (RKP) yang telah disusun sebelumnya.

Rinaldi mengungkapkan, terkait efisiensi pihaknya pun tidak berdampak kepada kebijakan perusahaan. Pasalnya, operasional perusahaan tetap berjalan sesuai dengan Rencana Kerja dan Program (RKP) yang telah disusun sebelumnya.

"Jadi untuk efisiensi itu tidak berdampak ke kebijakan perusahaan. Karena perusahaan melakukan aktivitas di 2025, semuanya bersumber dari RKP perusahaan pada tahun sebelumnya," urainya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait