Gubernur DKI Jakarta Gratiskan TransJabodetabek, Minimalisir Kemacetan dan Mudahkan Mobilitas

Gubernur DKI Jakarta Gratiskan TransJabodetabek, Minimalisir Kemacetan dan Mudahkan Mobilitas

Gubernur Banten Andra Soni, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubenur DKI Jakarta Rano Karno saat peluncuran TransJabodetabek -cahyono-radarpena.co.id

JAKARTA, RADARPENA.CO.IDGubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengumumkan rencana besar yang bakal memudahkan mobilitas warga di kawasan Jabodetabek. 

Ia menyatakan bahwa layanan TransJabodetabek akan digratiskan dalam jangka menengah hingga panjang, menyusul peluncuran resmi rute perdana Alam Sutera - Blok M.

Saat ini, tarif TransJabodetabek untuk rute tersebut dipatok sebesar Rp3.500 per penumpang. Namun, Gubernur Pramono berkomitmen agar seluruh rute yang akan dikembangkan ke depannya bisa dinikmati tanpa biaya oleh masyarakat.

BACA JUGA:Aksi Oknum Guru SMA mesum lakukan Pelecehan seksual pada Siswinya di Jakarta Timur, Korban Lapor Polisi

“Saya sudah berdiskusi dengan Gubernur Banten dan akan lanjut berkoordinasi dengan Gubernur Jawa Barat. Dalam jangka menengah dan panjang, TransJabodetabek akan kami gratiskan,” ujar Pramono saat peresmian layanan di Terminal Blok M, Kamis (24/4/2025).

Ia juga menegaskan pentingnya mekanisme subsidi agar program ini bisa dijalankan secara berkelanjutan.

Terintegrasi TransJakarta

Pramono menjelaskan, meski saat ini tarif sebesar Rp3.500 masih berlaku, nominal tersebut sudah mendapatkan subsidi dari Pemprov DKI Jakarta. Layanan TransJabodetabek juga telah terintegrasi penuh dengan TransJakarta.

“Dari Blok M, masyarakat bisa melanjutkan perjalanan dengan TransJakarta secara gratis. Jadi selama masih dalam jaringan TransJakarta, tidak perlu bayar lagi,” imbuhnya.

BACA JUGA:Lisa Mariana Pasang Tarif Rp150 Juta untuk Sekali Podcast, Pablo Benua: Aji Mumpung

Langkah ini dinilai sebagai terobosan penting dalam meningkatkan konektivitas wilayah penyangga ibu kota, sekaligus menjadi bagian dari transformasi transportasi publik yang inklusif dan terjangkau.

Rencana integrasi dan pembebasan tarif ini diharapkan mendorong lebih banyak warga untuk beralih ke transportasi umum, sekaligus mengurangi kemacetan dan emisi kendaraan pribadi.(cahyono)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait