Pengalaman Mendekati Kematian (NDE): Kisah Nyata yang Ubah Pandangan Hidup
Ilustrasi pengalaman mendekati kematian (NDE)--baona/Getty Images
BACA JUGA:
- Autopsi Mencekam di Yogyakarta, Rahasia Gelap dari Tubuh Seorang Gadis yang Bikin Merinding!
- Heboh! Selebgram Jule Diduga Selingkuh dengan Atlet Boxing, Na Daehoon Banjir Dukungan
Selain itu, rasa kesepian dan keterasingan juga menjadi pengalaman umum bagi mereka yang pernah mengalami NDE. Banyak yang menyebut pengalaman itu sebagai "pedang bermata dua", indah tapi juga berat untuk dijalani sendirian karena takut dianggap aneh atau tidak rasional.
Perlunya Dukungan Mental dan Spiritual
Peneliti dari UVA mencatat bahwa 64% peserta akhirnya mencari dukungan profesional, baik melalui konselor, pemuka agama, atau komunitas daring. Sekitar 78% di antaranya merasa bahwa dukungan tersebut sangat membantu proses pemulihan mental mereka.
Namun, tidak semua berhasil menemukan tempat yang tepat. Beberapa peserta merasa tidak dimengerti bahkan oleh tenaga profesional sekalipun.
Inilah yang mendorong para peneliti untuk menyerukan pentingnya perhatian khusus terhadap pasien yang mengalami NDE.
Harapan dari Dunia Medis
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Psychology of Consciousness: Theory, Research, and Practice ini diharapkan menjadi pintu bagi dunia medis dan psikologi untuk lebih memahami kebutuhan emosional pasien NDE.
Marieta Pehlivanova dari Departemen Psikiatri dan Ilmu Neurobehavioral UVA Health menegaskan, masih banyak kesenjangan dalam cara mendukung mereka yang mengalami peristiwa tersebut.
Penelitian lanjutan diharapkan dapat membantu menciptakan pendekatan yang lebih empatik dan efektif bagi para penyintas NDE.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: