7 Perbedaan Maag dan Asam Lambung yang Sering Disalahpahami, Yuk Kenali!
Puasa menjadi tantangan tersendiri bagi mereka yang menderita oenyakit maag dan gerd. Simak beberapa tips untuk mencegah kambuhnya maag dan gerd selama berpuasa--Pinterest
Kebiasaan langsung rebahan setelah makan atau sering mengonsumsi makanan berlemak dan asam juga memperburuk gejalanya.
BACA JUGA:5 Rekomendasi Obat Herbal Terbaik Untuk Penderita Maag Kronis dan Asam Lambung, Menenangkan Perut!
BACA JUGA:7 Gejala Awal Penyakit Ginjal yang Sering Disangka Maag, Jangan Disepelekan!
4. Cara Tubuh Merespons Juga Berbeda
Pada maag, tubuh biasanya merespons dengan rasa mual, nyeri di ulu hati, hingga kembung.
Sedangkan pada penderita asam lambung, keluhannya bisa berupa rasa panas yang menjalar, mulut terasa asam, dan sensasi mengganjal di tenggorokan.
5. Kapan Keduanya Kambuh
Maag sering kambuh saat perut kosong terlalu lama atau ketika makan berlebihan. Rasa perih, mual, hingga kembung biasanya muncul beberapa jam setelah makan.
Sementara asam lambung cenderung kambuh setelah makan besar, terutama jika seseorang langsung berbaring.
Tak jarang, gejalanya juga muncul di malam hari karena posisi tidur mempermudah cairan lambung naik ke kerongkongan.
6. Penanganan yang Diberikan Tidak Sama
Untuk maag, pengobatan fokus pada meredakan keluhan di lambung, biasanya dengan obat antasida atau pelapis lambung.
Sedangkan untuk asam lambung, tujuannya adalah mengontrol produksi asam agar tidak berlebihan. Dokter biasanya meresepkan proton pump inhibitor (PPI) atau H2 blocker untuk mencegah asam naik ke atas.
7. Pola Hidup Sehat yang Disarankan
Baik maag maupun asam lambung sama-sama membutuhkan perhatian pada gaya hidup.
Untuk maag, penting menjaga pola makan teratur dan menghindari makanan pemicu seperti kopi, pedas, dan asam.
BACA JUGA:Telapak Kaki Bisa Ungkap Penyakit Tersembunyi, Cek Tandanya di Sini!
BACA JUGA:Mengenal Parkinson, Penyakit yang Diderita Ozzy Osbourne Sebelum Meninggal Dunia
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: