10 Cara Deteksi Dini Kanker Payudara yang Bisa Kamu Lakukan Sendiri, Jangan Tunggu Sakit!
Ilustrasi cara mendeteksi dini kanker payudara yang bisa dilakukan sendiri-Dinkes Banjarmasin-
Puting juga bisa menunjukkan tanda awal. Waspadai jika puting tiba-tiba tertarik ke dalam, mengeluarkan cairan selain ASI, berdarah, atau tampak luka yang sulit sembuh.
Perubahan kecil ini sering kali menjadi sinyal yang diabaikan, padahal bisa menunjukkan adanya gangguan serius di jaringan dalam.
5. Jangan Abaikan Rasa Nyeri yang Berbeda
Rasa nyeri ringan menjelang haid itu wajar. Namun, kalau nyerinya muncul terus-menerus, hanya di satu sisi, dan tidak terkait dengan siklus menstruasi, kamu perlu waspada.
Nyeri semacam ini bisa menjadi tanda adanya pertumbuhan jaringan yang menekan saraf di sekitar payudara.
BACA JUGA:Hi Girls! Begini Cara Deteksi Sederhana Kanker Payudara Usai Menstruasi
BACA JUGA:Vaksin Kanker Enteromix Rusia Diklaim 100% Efektif, Epidemiolog Minta Uji Klinis Harus Ketat
6. Lakukan SADARI Secara Rutin
Jadikan SADARI (Periksa Payudara Sendiri) sebagai rutinitas bulanan. Waktu terbaik adalah 7–10 hari setelah menstruasi selesai, ketika kondisi hormon sudah stabil.
Dengan pemeriksaan rutin, kamu jadi lebih mengenal tekstur alami payudaramu dan bisa cepat menyadari jika ada yang berubah.
7. SADANIS: Pemeriksaan oleh Tenaga Medis
Selain pemeriksaan mandiri, lakukan juga SADANIS (Pemeriksaan Payudara Klinis) di fasilitas kesehatan.
Pemeriksaan ini dilakukan oleh dokter atau tenaga medis yang terlatih untuk mendeteksi tanda-tanda awal kanker, bahkan yang tidak bisa dirasakan dengan tangan.
Idealnya, dilakukan sekali setahun untuk wanita di atas usia 30 tahun.
8. Jalani Mammografi Secara Berkala
Bagi wanita berusia di atas 40 tahun, mammografi menjadi cara paling akurat untuk mendeteksi kanker payudara sejak dini.
Alat ini bisa mendeteksi tumor yang ukurannya masih sangat kecil, bahkan sebelum terasa benjolan. Lakukan pemeriksaan ini setiap 1–2 tahun sekali, terutama jika kamu memiliki riwayat keluarga dengan kanker payudara.
9. Ketahui Riwayat Genetik Keluarga
Kalau ada anggota keluarga yang pernah terkena kanker payudara atau ovarium, kamu sebaiknya melakukan konsultasi genetik.
Tes seperti BRCA1 dan BRCA2 dapat membantu mendeteksi apakah kamu memiliki risiko lebih tinggi terhadap kanker payudara, sehingga langkah pencegahan bisa dilakukan lebih awal.
10. Dukung dengan Pola Hidup Sehat
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: