Sejarah Bendera Merah Putih: Dari Jahitan Fatmawati hingga Berkibar di Seluruh Penjuru Negeri

Sejarah Bendera Merah Putih: Dari Jahitan Fatmawati hingga Berkibar di Seluruh Penjuru Negeri

Ilustrasi bendera merah putih-Freepik/ nikitabuida-

Hasil jahitannya itulah yang kemudian berkibar pada 17 Agustus 1945, saat proklamasi dibacakan di Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta. Sang Saka Merah Putih pun resmi lahir sebagai simbol kemerdekaan Indonesia.

Setelah proklamasi, perjuangan menjaga pusaka ini belum berakhir. Ketika kondisi semakin berbahaya dan Belanda berusaha kembali berkuasa, Husein Mutahar mendapat tugas menyelamatkan bendera.

Caranya unik, jahitan merah dan putih dipisahkan, masing-masing disimpan di tas berbeda agar tak dicurigai. Setelah situasi aman, kedua bagian itu dijahit kembali dan dikembalikan ke Presiden Soekarno.

Warna Merah Putih dalam Sejarah Nusantara

Jauh sebelum menjadi bendera negara, kombinasi merah putih sudah dikenal luas di Nusantara. Pada abad ke-13, Kerajaan Majapahit mengibarkan panji-panji perang dengan warna yang sama.

Tradisi ini juga ditemukan di kerajaan-kerajaan lain seperti Minangkabau, Bugis, Maluku, hingga Bone di Sulawesi Selatan yang menyebutnya Woromporong.

Merah selalu dimaknai sebagai keberanian, sementara putih melambangkan kesucian dan niat tulus. Simbol ini bahkan meresap ke dalam budaya sehari-hari.

BACA JUGA:10 Tradisi Unik 17 Agustus dari Berbagai Daerah di Indonesia, Bikin Momen Hari Kemerdekaan Makin Seru!

BACA JUGA:Mengenal Busana Adat di Hari Kemerdekaan 17 Agustus, Mengukir Makna dan Pesona Bangsa

Dalam tradisi Jawa, misalnya, merah-putih dihubungkan dengan gula merah dan nasi putih, dua bahan pokok yang tak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat.

Bagi bangsa Indonesia, merah putih bukan sekadar tanda negara. Ia adalah pengingat tentang persatuan, kedaulatan, dan identitas.

Dari halaman sekolah, kantor pemerintahan, hingga puncak gunung tertinggi, bendera ini berkibar membawa pesan yang sama, kemerdekaan adalah hasil perjuangan panjang yang harus dijaga.

Merah putih tak hanya berkibar di tiang bendera, tapi juga di hati rakyatnya. Setiap kali kita melihatnya, ada tanggung jawab untuk terus menjaga persatuan dan meneladani pengorbanan para pendahulu.

Karena pada akhirnya, merah putih adalah cermin cinta tanah air yang tak pernah pudar.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait