Viral Aksi Bagi-bagi Bir di Pocari Run Bandung 2025, Dokter Ingatkan Bahaya Alkohol terhadap Kesehatan

Viral Aksi Bagi-bagi Bir di Pocari Run Bandung 2025, Dokter Ingatkan Bahaya Alkohol terhadap Kesehatan

Viral aksi bagi-bagi bir di Pocari Run Bandung 2025, dokter ingatkan bahaya alkohol terhadap kesehatan --

JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Ajang olahraga lari Pocari Sweat Run 2025 yang digelar pada 19–20 Juli di Kota Bandung, Jawa Barat, mendadak jadi bahan perbincangan di media sosial. 

Bukan hanya karena semarak lombanya, tetapi juga karena aksi kontroversial salah satu komunitas yang membagikan minuman bir kepada peserta dan penonton. Minuman tersebut disajikan dalam gelas polos tanpa penanda bahwa isinya mengandung alkohol.

Momen ini menuai pro dan kontra dari masyarakat. Banyak yang mengkritik tindakan tersebut sebagai tidak pantas, mengingat Indonesia adalah negara dengan penduduk mayoritas muslim dan berpegang pada budaya ketimuran. 

Selain nilai budaya, para ahli medis pun mengingatkan bahwa konsumsi alkohol, termasuk bir, bisa berdampak serius terhadap kesehatan.

BACA JUGA:

Aksi yang Menuai Sorotan

Dalam perhelatan lari yang seharusnya identik dengan semangat hidup sehat, kehadiran bir dianggap sebagai langkah yang kontradiktif. Apalagi, minuman tersebut dibagikan tanpa label, membuat orang tak sadar jika itu mengandung alkohol.

Salah satu komunitas yang hadir sebagai supporter menyuguhkan bir dalam gelas plastik polos, mengundang tanya dari banyak pihak. Apakah tindakan ini masih dalam batas wajar dukungan, atau sudah termasuk tindakan yang melanggar etika acara publik?

Dampak Alkohol bagi Kesehatan

Menanggapi fenomena ini, dr Aru Ariadno, SpPD-KGEH, spesialis penyakit dalam, mengingatkan bahwa alkohol memiliki lebih banyak efek buruk daripada manfaat. Menurutnya, alkohol bisa menyebabkan gangguan kesadaran bahkan mabuk jika dikonsumsi dalam jumlah tertentu.

"Menyebabkan gangguan kesadaran atau mabuk sehingga dapat menyebabkan gangguan perilaku yang kadang dapat menyebabkan kerusakan," jelas dr Aru, dikutip dari Detik.com.

Lebih jauh, konsumsi alkohol secara rutin dan dalam jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan hati serius. Kondisi seperti sirosis dan gagal hati akut menjadi risiko nyata bagi peminum alkohol. Bahkan dalam beberapa kasus, konsumsi ringan tapi rutin tetap berbahaya.

Sudut Pandang Sosial dan Agama

Tak hanya dari sisi medis, konsumsi alkohol juga dianggap bertentangan dengan nilai-nilai sosial dan agama. Bagi umat Islam, alkohol diharamkan dan tidak boleh dikonsumsi dalam bentuk apa pun. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait