Viral! Motor Terobos Barikade Bandoeng 10K di Bandung, Lalu Lintas Asia Afrika Sempat Chaos

Viral! Motor Terobos Barikade Bandoeng 10K di Bandung, Lalu Lintas Asia Afrika Sempat Chaos

Kericuhan terjadi di Bandoeng 10K Bandung setelah pengendara motor menerobos barikade penutupan jalan dan memicu kemacetan. Foto: Threads/ @rurunjourney.--

radarpena.co.id - Gelaran event lari Bandoeng 10K di Bandung pada Minggu pagi, 17 Mei 2026, mendadak jadi sorotan setelah situasi di lapangan sempat memanas. Bukan karena persaingan pelari, melainkan karena sejumlah pengendara motor nekat menerobos barikade penutupan jalan yang sudah dipasang panitia di titik krusial.

Insiden ini terjadi di persimpangan Jalan Asia Afrika dan Jalan Tamblong, salah satu rute utama yang digunakan untuk mendukung jalannya lomba lari tersebut.

Kericuhan bermula ketika sejumlah pengendara motor terlihat kesal dengan kondisi lalu lintas yang tersendat. Penutupan jalan yang menjadi bagian dari rute Bandoeng 10K membuat arus kendaraan di sekitar lokasi mengalami kepadatan cukup tinggi.

Dalam situasi yang semakin tidak kondusif, beberapa pengendara kemudian memilih menerobos barikade yang telah dipasang petugas. Tindakan itu langsung memicu gangguan pada pengaturan lalu lintas yang sudah disiapkan sejak pagi hari.

Kondisi tersebut membuat suasana di sekitar lokasi sempat tidak terkendali. Arus kendaraan dan jalannya event lari pun ikut terganggu, sementara para petugas di lapangan harus bergerak cepat untuk merespons situasi yang terjadi.

Untuk mengurai kepadatan kendaraan yang semakin menumpuk, panitia bersama petugas akhirnya mengambil langkah cepat dengan menerapkan sistem buka tutup jalur di lokasi kejadian.

Langkah ini diambil untuk menyeimbangkan kebutuhan jalannya event Bandoeng 10K sekaligus menjaga agar arus lalu lintas tidak semakin lumpuh. Dengan skema tersebut, kendaraan tetap bisa bergerak secara terbatas di titik tertentu tanpa sepenuhnya mengganggu rute lomba.

Perdebatan di media sosial semakin ramai karena muncul dua sudut pandang berbeda. Sebagian masyarakat mendukung adanya event seperti Bandoeng 10K karena dinilai mampu menghadirkan ruang olahraga dan hiburan di tengah kota. 

Namun di sisi lain, ada pula warga yang merasa aktivitas harian mereka terganggu akibat penutupan jalan. Mobilitas masyarakat yang tetap berjalan pada akhir pekan membuat rekayasa lalu lintas harus benar-benar matang agar tidak memicu kemacetan panjang maupun konflik di lapangan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait