Berdasarkan Kisah Nyata! Pengakuan Didin Melihat Sosok Hantu Menakutkan di Rumah Angker Tanaka

Berdasarkan Kisah Nyata! Pengakuan Didin Melihat Sosok Hantu Menakutkan di Rumah Angker Tanaka

Salah satu lokasi paling menyeramkan adalah Rumah Tanaka, rumah kosong bergaya kolonial yang telah lama ditinggalkan dan dipercaya berhantu. Kisah mistis ini bukan hanya rumor. -Youtube-DAHULU KALA

JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Jakarta Selatan yang dikenal sebagai kawasan urban modern ternyata menyimpan kisah horor kelam yang membuat bulu kuduk berdiri. 

Salah satu lokasi paling menyeramkan adalah Rumah Tanaka, rumah kosong bergaya kolonial yang telah lama ditinggalkan dan dipercaya berhantu. Kisah mistis ini bukan hanya rumor. 

Seorang warga bernama Didin, berusia 32 tahun, mengaku mengalami langsung kejadian tak masuk akal di rumah tersebut. Ini bukan cerita karangan, ini adalah kisah nyata.

BACA JUGA:Misteri Rumah Angker Bogor, Boneka Iblis yang Minta Tumbal

BACA JUGA:Misteri Rumah Tanaka di Jakarta Selatan: Jejak Sosok Hitam dan Jeritan di Malam Hari

Tantangan Iseng Berujung Teror Hantu Wanita Bermata Putih

Kejadian ini terjadi pada akhir tahun 2019. Saat itu, Didin dan tiga temannya menerima tantangan dari temannya yang lain untuk masuk ke Rumah Tanaka pada malam hari dan merekam suasana di dalam. 

Mereka menyetujui tantangan itu sebagai lelucon horor, tanpa tahu apa yang menanti.

Begitu melangkah masuk ke halaman rumah yang gelap dan ditumbuhi semak liar, Didin mengaku merasakan hawa dingin yang menusuk, padahal malam itu cuaca cukup hangat. Dari luar, rumah tampak sunyi. 

Tapi setelah mereka membuka pintu depan yang sudah setengah rusak, suasana langsung berubah mencekam.

Saat mereka menyalakan senter dan mulai menyusuri lorong menuju ruang tamu, Didin merasa langkahnya berat, seolah ditahan. 

Ia tertinggal beberapa meter dari temannya yang lain. Di salah satu sudut ruangan yang redup, ia melihat sesosok wanita berdiri diam, mengenakan gaun putih lusuh, rambut panjang menutupi wajah.

Yang membuatnya kaku adalah saat sosok itu mengangkat kepalanya perlahan, memperlihatkan wajah pucat dan dua bola mata berwarna putih seluruhnya tanpa pupil, tanpa emosi.

Didin menjerit spontan, tapi temannya yang lain tidak melihat sosok itu sama sekali. Hanya Didin yang melihat. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait