TEROR PALING MENYERAMKAN! Pengalaman Menginap di Kamar 507 Hotel Angker Jakarta, Masih Membekas Hingga Kini
Salah satu penampakan yang tertangkap kamera ruangan di salah satu bagian hotel-DMO--
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Jakarta kota megapolitan yang tak pernah tidur, ternyata menyimpan kisah kelam yang jarang diceritakan ke publik.
Di balik gemerlap gedung pencakar langit dan hiruk-pikuk kehidupan malamnya, berdiri sebuah hotel tua yang dikenal luas sebagai salah satu tempat paling angker di ibu kota.
Terletak tak jauh dari kawasan Tanah Abang, hotel ini awalnya megah di era 80-an, namun kini menyimpan energi kelam yang tak kasat mata.
Salah satu peristiwa paling menyeramkan yang pernah terjadi di sana bahkan sampai hari ini masih membekas kuat bagi para staf dan pengunjung yang pernah mengalaminya.
BACA JUGA:Kumpulan 10 Cerita Horor Berdasarkan Kisah Nyata dan Sejarah Kelam yang Tersembunyi
BACA JUGA:Cerita Horor Nyata! Bukan Sekadar Warisan, Teror Perewangan di Rumah Tua Nenek
Cerita bermula dari seorang tamu bernama Rico (nama samaran), seorang sales eksekutif dari Bandung yang menginap untuk urusan kerja.
Ia check-in pada malam hari, mendapat kamar di lantai 5—lantai yang dikenal para staf sebagai "lantai sunyi", tempat paling jarang dihuni karena sering kali lampu lorongnya berkedip sendiri, AC mendadak mati total, dan suara-suara aneh sering terdengar dari kamar kosong. Tapi malam itu hotel sedang penuh, dan Rico tak punya pilihan.
Malam Pertama: Ketukan Tanpa Wujud
Baru saja memejamkan mata, sekitar pukul 01.20 dini hari, Rico terbangun karena ketukan pelan di pintu kamarnya. "Tok… tok… tok…" Tiga kali.
Ia pikir itu room service, tapi saat dicek—tak ada siapa pun. Koridor sunyi, hanya terdengar denging mesin AC.
Ia kembali tidur, namun selang 10 menit, ketukan itu datang lagi, kali ini lebih keras. Rico mengintip dari lubang pintu, tetap kosong.
Yang membuat bulu kuduknya berdiri, saat menutup pintu dan berbalik, ada bayangan hitam berdiri di sudut kamar di dekat lemari pakaian.
Bayangan itu bergerak perlahan, seakan menunduk dan mengawasinya. Rico tak bisa bergerak. Sekujur tubuhnya seperti lumpuh. Dalam kondisi setengah sadar, ia membaca doa dan akhirnya bisa pingsan karena kelelahan mental.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: