TEMPAT TERKUTUK! Penelusuran Horor Sara Wijayanto dan Tim DMS di Pabrik Gula Gempol Cirebon

TEMPAT TERKUTUK! Penelusuran Horor Sara Wijayanto dan Tim DMS di Pabrik Gula Gempol Cirebon

Situasi mencekam saat Dika mengalami serangan dari sosok penunggu pabrik gula gempol dan mencoba untuk berkomunikasi dengan sososk tersebut.-Youtube-Sara Wijayanto

JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - "Kalau dengar suara giling tebu malam hari, jangan ditengok. Itu bukan mesin", Itulah pesan pertama yang diterima Sara Wijayanto dan tim Diary Misteri Sara (DMS) saat menginjakkan kaki di Pabrik Gula Gempol, Cirebon

Sebuah kompleks tua peninggalan Belanda yang sudah lama ditinggalkan, tapi dipercaya tak pernah benar-benar kosong.

Berlatar mesin-mesin berkarat, lorong gelap, dan ruang fermentasi yang lembab, penelusuran ini menjadi salah satu investigasi terseram dalam sejarah channel DMS. 

Bukan hanya karena aktivitas gaib yang nyata, tapi karena mereka bersentuhan dengan sejarah berdarah dan entitas yang haus penebusan.

BACA JUGA:Penelusuran Tempat Horor Rumah Bu Lilis Bogor yang Viral di TikTok sampai Dikunjungi Sara Wijayanto

BACA JUGA:Ngeri! Penelusuran Horor DMS Menyibak Tabir Pilu, Tim Sara Wijayanto Ungkap Pesan Terakhir Korban Bullying

Pabrik Gula Gempol Manis di Mulut, Pahit di Arwah

Dibangun pada akhir abad ke-19 oleh Belanda, Pabrik Gula Gempol dulunya dikenal sebagai pusat produksi terbesar di Cirebon. 

Namun, di balik kejayaan itu tersembunyi kisah pekerja paksa, penyiksaan, dan eksekusi para buruh yang dianggap membangkang.

Konon, banyak mayat yang dikuburkan diam-diam di sekitar pabrik, sebagian malah digiling hidup-hidup agar “menyatu dengan produksi”.

Rumor paling menakutkan adalah hantu mandor Belanda yang masih berpatroli dengan cambuk, serta sosok perempuan berselendang tebu yang menangis di ruang pengeringan.

Penelusuran Dimulai, Energi Berat dan Kesurupan Tak Terduga

Malam penelusuran, kamera infra merah DMS mulai merekam suasana mencekam. Sara langsung merasakan kehadiran "energi lelaki tinggi besar, berbau besi dan darah." Ia mengatakan bahwa entitas ini tidak ingin tim masuk ke ruang pembakaran.

Namun Rico, salah satu tim DMS, justru terpanggil untuk masuk dan mendadak kesurupan. Ia berbicara dalam bahasa Belanda kasar, meludah, dan berteriak;

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait