TEMPAT TERKUTUK! Penelusuran Horor Sara Wijayanto dan Tim DMS di Pabrik Gula Gempol Cirebon
Situasi mencekam saat Dika mengalami serangan dari sosok penunggu pabrik gula gempol dan mencoba untuk berkomunikasi dengan sososk tersebut.-Youtube-Sara Wijayanto
“Kalian semua buruh sialan! Giling sampai habis!”
Sara dengan tenang menenangkan entitas itu, mengajak komunikasi. Sosok yang merasuki Rico mengaku bernama “Vandenhoek”, mandor kejam yang “meninggal dibunuh oleh buruh karena terlalu banyak menyiksa”.
Ketika Sara mengajak Vandenhoek "pergi", tiba-tiba semua lampu dan kamera mati total selama 3 menit padahal semua alat baru diisi ulang.
Perempuan Selendang Tebu dan Suara Gilingan Tengah Malam
Di ruang fermentasi, Sara melihat sosok perempuan muda menangis, bajunya compang-camping, dan tangan kirinya buntung.
Namanya Ningrum, mantan pekerja pabrik yang mengalami pelecehan dan dibunuh karena hamil anak mandor.
“Saya ingin ditemukan. Saya tidak pernah dimakamkan.”
Setelah penelusuran itu, tim DMS membawa warga lokal ke titik yang ditunjukkan Ningrum. Hasilnya? Ditemukan tulang belulang kecil di dekat bekas bak fermentasi yang kini akan diserahkan ke pihak berwajib.
Saat hendak meninggalkan lokasi, Sara mendengar suara gilingan tebu yang masih berputar, padahal semua mesin sudah berkarat dan tak tersambung listrik.
“Kalau kami tidak pamit baik-baik, bisa jadi kami tak akan bisa keluar,” ucap Sara dalam closing video.
Mereka akhirnya membakar dupa, membacakan doa lintas agama, dan meninggalkan bunga untuk semua arwah yang masih tertahan.
Jangan Pernah Main-Main dengan Tempat yang Pernah Menggiling Nyawa
Penelusuran di Pabrik Gula Gempol bukan hanya horor, tapi juga pengingat tempat-tempat tua menyimpan energi masa lalu yang tidak akan diam jika tidak dihormati.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: