Serem Banget! Penelusuran Sara Wijayanto di Rumah Kutukan Leluhur Sengkolo yang Menyimpan Teror Abadi

Serem Banget! Penelusuran Sara Wijayanto di Rumah Kutukan Leluhur Sengkolo yang Menyimpan Teror Abadi

Serem Banget! Penelusuran Sara Wijayanto di Rumah Kutukan Leluhur Sengkolo yang Menyimpan Teror Abadi-Instagram-Sara Wijayanto

JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Tak semua rumah tua hanya sekadar bangunan kosong, beberapa menyimpan dosa masa lalu, jejak darah, dan kutukan yang diwariskan dari generasi ke generasi. 

Inilah yang dirasakan oleh Sara Wijayanto dan timnya ketika melakukan penelusuran di sebuah tempat yang dikenal masyarakat sekitar sebagai Rumah Sengkolo, sebuah rumah warisan leluhur yang diyakini tidak hanya angker, tapi juga terikat perjanjian gelap sejak ratusan tahun lalu.

Dalam video penelusuran terbaru mereka, suasana mencekam langsung terasa sejak menit pertama. 

Bukan karena properti yang sengaja ditampilkan seram, melainkan karena gangguan yang nyata, baik secara fisik maupun metafisik, dirasakan oleh setiap anggota tim yang hadir malam itu.

BACA JUGA:Penelusuran Tempat Horor Rumah Bu Lilis Bogor yang Viral di TikTok sampai Dikunjungi Sara Wijayanto

Rumah Ini Tidak Ingin Dimasuki

Dari luar, Rumah Sengkolo tampak seperti rumah tua biasa dan kusam, sunyi, dan mulai ditelan semak liar. 

Namun, menurut pengakuan warga sekitar, tak ada yang berani mendekat ke sana setelah matahari terbenam. 

Mereka percaya, rumah itu dijaga oleh sosok leluhur yang murka, dan siapapun yang masuk tanpa izin akan membawa "sengkolo" atau kesialan besar.

Saat tim Sara Wijayanto melangkah masuk, angin tiba-tiba berhenti, dan salah satu kru bahkan merasa seperti dadanya ditekan. "Baru buka pintu aja, rasanya kayak ada yang menatap tajam dari dalam," ucap Wisnu, salah satu anggota tim.

BACA JUGA:TEMPAT TERKUTUK! Penelusuran Horor Sara Wijayanto dan Tim DMS di Pabrik Gula Gempol Cirebon

Sara Masuk Trance: "Mereka Marah..."

Tak butuh waktu lama hingga Sara masuk dalam kondisi trance. Suaranya berubah, ekspresinya kaku, dan ia mulai menggumamkan kata-kata yang bukan berasal darinya:

"Jangan sentuh warisan kami, Darahmu tak cukup mengganti."

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: