Mengenal Pneumonia Bilateral, Penyakit yang Diidap Paus Fransiskus Sebelum Wafat

Mengenal Pneumonia Bilateral, Penyakit yang Diidap Paus Fransiskus Sebelum Wafat

"Damai di Surga" Paus Fransiskus --

Orang tua, seperti Paus Fransiskus, berada dalam kelompok paling rentan. Apalagi jika mereka juga memiliki penyakit penyerta seperti diabetes, gangguan jantung, atau sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Pneumonia ganda juga bisa muncul sebagai komplikasi dari infeksi virus lain, termasuk COVID-19.

Cara Diagnosis dan Pengobatan

Untuk mendeteksi pneumonia bilateral, dokter biasanya melakukan:

  • CT scan atau rontgen dada
  • Tes fungsi paru untuk mengevaluasi kapasitas napas
  • Bronkoskopi untuk melihat langsung ke dalam saluran pernapasan
  • Biopsi paru, jika dibutuhkan untuk mengetahui jenis infeksi yang terjadi

Pengobatan tergantung pada penyebabnya. Jika virus menjadi penyebabnya, antivirus seperti Remdesivir atau Paxlovid bisa diberikan.

BACA JUGA:Paus Fransiskus Wafat di Usia 88 Tahun, Dunia Katolik Berduka

BACA JUGA:Tak Santap Makanan Khas Indonesia, Paus Fransiskus Bawa Chef Khusus dari Vatikan

Dalam kasus peradangan berat, kortikosteroid seperti prednison mungkin diresepkan meski harus hati-hati dengan efek sampingnya.

Dalam kondisi kritis, pasien bisa memerlukan bantuan pernapasan, dari oksigen tambahan hingga ventilator. Untuk kasus tertentu, obat penekan sistem imun seperti rituximab atau cyclophosphamide digunakan untuk mengurangi kerusakan jaringan paru yang terus berlangsung.

Pneumonia bilateral bukan penyakit yang bisa dianggap sepele. Ini bukan hanya “flu berat” biasa, tapi bisa menjadi penyebab kegagalan sistem pernapasan, bahkan berujung pada kematian.

Kepergian Paus Fransiskus menjadi pengingat keras akan bahaya penyakit ini, khususnya bagi kelompok lansia.

Semoga warisan semangat dan keberanian beliau terus hidup, dan menjadi pengingat untuk menjaga kesehatan paru, terutama saat usia senja menghampiri.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait