5 Cara Panjang Umur dan Bahagia Tanpa Biaya Mahal, Terbukti Secara Ilmiah

5 Cara Panjang Umur dan Bahagia Tanpa Biaya Mahal, Terbukti Secara Ilmiah

Ilustrasi hidup panjang umur dan bahagia-Unsplash/ Philippe Leone-

JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Banyak orang bermimpi bisa menikmati usia panjang dalam keadaan sehat dan bahagia. Kabar baiknya, untuk mewujudkan hal itu tidak selalu butuh biaya besar.

Sejumlah penelitian membuktikan ada kebiasaan sederhana yang bisa membantu seseorang bertahan hidup lebih lama, sekaligus menjaga tubuh tetap bugar.

Bahkan di Indonesia sendiri, ada contoh nyata. Dalam ajang Summit Data Kependudukan Semester I 2025, Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) mengungkapkan masih ada warga yang mencapai usia lebih dari seabad.

Sebut saja Parini (116 tahun) dari Jambi serta Ahmad Syah Aceh dari Pulau Nias, Sumatera Utara. Fakta ini membuktikan, orang Indonesia pun bisa berumur panjang layaknya penduduk di negara lain.

Lantas, apa rahasianya? Berikut lima cara sederhana yang bisa mulai kamu terapkan.

BACA JUGA:5 Manfaat Bangun Pagi Menurut Islam, Bikin Hidup Lebih Berkah dan Sehat

BACA JUGA:Makna Kehidupan yang Ada di Film One Piece

1. Tidur yang Cukup, Jangan Suka Begadang

Banyak orang menyepelekan tidur, padahal istirahat yang cukup menjadi kunci utama panjang umur. Riset pada 2024 menunjukkan pria yang tidur 7-8 jam setiap malam berpeluang hidup lima tahun lebih lama.

Pada wanita, angka ini setara dengan tambahan 2,5 tahun.

Tidur bukan hanya melepas lelah, melainkan proses restorasi alami. Saat tidur, otak membersihkan “sampah molekuler” yang menumpuk, sehingga tubuh siap kembali beraktivitas dengan optimal.

Jadi, mulai sekarang, jangan anggap remeh kebiasaan begadang.

2. Rajin Bersosialisasi

Tahukah kamu bahwa ngobrol ringan dengan teman atau tetangga bisa menambah umur? Penelitian Northwestern University menemukan, orang berusia 80 tahun ke atas yang tetap aktif bersosialisasi cenderung lebih sehat dan bahagia.

Kesepian, menurut WHO, bisa berbahaya layaknya merokok 15 batang rokok setiap hari. Itu sebabnya, interaksi sosial tak kalah penting dibanding olahraga atau pola makan sehat.

Jadi, sempatkan waktu untuk hangout, kumpul keluarga, atau sekadar menyapa tetangga.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait