Mengenal Pneumonia Bilateral, Penyakit yang Diidap Paus Fransiskus Sebelum Wafat
"Damai di Surga" Paus Fransiskus --
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Dunia berduka saat kabar kepergian Paus Fransiskus pada usia 88 tahun menyebar.
Pemimpin spiritual umat Katolik sedunia itu meninggal setelah berjuang melawan berbagai masalah kesehatan, termasuk satu penyakit yang diam-diam sangat mematikan, pneumonia bilateral.
Paus Fransiskus, yang akrab disapa “Pope”, sempat dirawat di Rumah Sakit Agostino Gemelli di Roma sejak 14 Februari 2025.
Awalnya, ia hanya mengalami gejala bronkitis biasa. Namun kondisi beliau memburuk, hingga dokter mengonfirmasi infeksi paru-paru di kedua sisi sekaligus, pneumonia ganda.
BACA JUGA:Paus Fransiskus Wafat, Begini Penjelasan Kardinal Suharyo Soal Konklaf
BACA JUGA: 30 Kutipan Bijak Paus Fransiskus yang Menenangkan Hati, Bawa Harapan dan Kedamaian
Apa Itu Pneumonia Bilateral?
Pneumonia bilateral atau pneumonia ganda adalah infeksi yang menyerang kedua paru-paru secara bersamaan. Penyebabnya bisa beragam bakteri, virus, bahkan jamur.
Ketika infeksi menyebar di dua sisi paru, pernapasan jadi sangat terganggu, terutama jika menyerang kelompok usia lanjut.
Salah satu bentuk yang paling berbahaya adalah bilateral interstitial pneumonia, yang tidak hanya menginfeksi tapi juga merusak jaringan halus di antara kantung udara paru-paru.
Jaringan bisa menjadi kaku, mengalami luka, hingga menurunkan fungsi paru secara signifikan.
Gejala Pneumonia Bilateral
Gejala yang muncul pada pneumonia bilateral kerap tak bisa diabaikan, seperti:
- Demam tinggi yang tak kunjung turun
- Batuk kering terus-menerus
- Sesak napas, bahkan saat beristirahat
- Kelelahan parah
- Nyeri di dada saat menarik napas dalam atau saat batuk
BACA JUGA:Mengenang Paus Fransiskus, Ketika Doa untuk Palestina Menjadi Pesan Terakhir Sebelum Wafat
BACA JUGA:Profil Paus Fransiskus, Pemimpin Pertama dari Belahan Bumi Selatan
Pada hasil pemindaian paru, kondisi ini bisa terlihat sebagai bercak-bercak putih seperti kaca buram yang menandakan peradangan serius di jaringan paru.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: