Harga Emas Dunia Meroket ke Level Tertinggi! Trump Umumkan Gencatan Senjata, Saatnya Borong atau Tunggu?

Harga Emas Dunia Meroket ke Level Tertinggi! Trump Umumkan Gencatan Senjata, Saatnya Borong atau Tunggu?

Emas Antam--

Radarpena.co.id - Pasar keuangan global kembali guncang! Kabar mengejutkan datang dari Gedung Putih setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump resmi mengumumkan persetujuan gencatan senjata. Keputusan krusial untuk menangguhkan pemboman dan serangan terhadap Iran selama dua minggu ini langsung memicu reaksi berantai di pasar komoditas. Harga emas dunia yang sempat lesu kini justru tancap gas dan kembali bertengger di level tertinggi dalam hampir tiga minggu terakhir.

Fenomena ini tentu membuat para investor kelimpungan. Pasalnya, pergerakan instrumen investasi aman atau safe haven ini sangat reaktif terhadap tensi geopolitik Timur Tengah. Jika Anda sedang memantau portofolio investasi, pergerakan hari ini adalah sinyal yang tidak boleh Anda abaikan begitu saja. Apakah ini awal dari reli panjang menuju rekor baru, atau hanya sekadar lonjakan sesaat?

Emas Spot dan Berjangka Kompas Tinggi, Ini Detail Angkanya!

Data terbaru menunjukkan lonjakan yang sangat signifikan. Harga emas spot tercatat meroket sebesar 2,3 persen dan menyentuh angka USD 4.812,49 per ons. Angka ini mencerminkan optimisme sekaligus kekhawatiran pasar yang masih membayangi. Tidak mau kalah, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Juni juga terpantau terbang 3,4 persen menuju level USD 4.841,60.

Kenaikan tajam ini terjadi tepat setelah pernyataan Trump mengenai perpanjangan waktu dua minggu untuk menyelesaikan pembicaraan damai guna mengakhiri perang di Iran. Data dari BCA Sekuritas mengonfirmasi bahwa sentimen positif ini merupakan dampak langsung dari upaya diplomasi tersebut. Pasar melihat celah perdamaian, namun tetap waspada terhadap ketidakpastian yang mungkin terjadi di masa depan.

Analisis Pakar: Waspadai Hambatan di Level Psikologis USD 5.000

Meskipun sedang dalam tren naik, para ahli mengingatkan agar investor tetap berkepala dingin. Pedagang logam independen, Tai Wong, menyebutkan bahwa pengumuman gencatan senjata ini memang sedikit meredakan kekhawatiran inflasi yang selama ini dipicu oleh sektor energi. Namun, ada catatan penting yang harus Anda garis bawahi: Trump sebelumnya memperingatkan Teheran untuk segera membuka kembali Selat Hormuz atau menghadapi pembalasan AS.

Artinya, reli pemulihan harga logam mulia ini masih bersifat reaktif. "Untuk emas, rata-rata pergerakan 200 hari di angka USD 4.930 dan kemudian level psikologis USD 5.000 akan menjadi rintangan utama yang sangat berat," jelas Tai Wong. Jika harga gagal menembus dinding tebal tersebut, ada potensi koreksi yang menghantui. Tak hanya emas, perak pun menghadapi ujian berat di level penting USD 80 hingga USD 81.

Fluktuasi Tajam: Emas Sempat Anjlok 10 Persen Sejak Konflik

Perlu Anda ingat kembali bahwa perjalanan harga emas tahun ini tidaklah mulus. Sejak konflik pecah pada akhir Februari, harga logam kuning ini sebenarnya sudah merosot hampir 10 persen. Penurunan ini terjadi karena daya tarik emas sebagai aset pelindung nilai sempat melemah. Banyak investor terpaksa melakukan likuidasi posisi emas mereka hanya untuk menutupi kerugian di instrumen investasi lainnya.

Selain faktor perang, kebijakan moneter AS juga memegang peranan kunci. Saat ini, para pedagang obligasi memprediksi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan mempertahankan biaya pinjaman atau suku bunga tetap stabil hingga akhir tahun ini. Kondisi suku bunga yang stagnan cenderung menjadi hambatan bagi emas, mengingat aset ini tidak memberikan imbal hasil (yield) seperti obligasi atau deposito. - Bianca Khairunnisa

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait