Kronologi Karyawan Dipaksa Resign Karena Izin Cuti, Atasan Akhirnya Minta Maaf

Kronologi Karyawan Dipaksa Resign Karena Izin Cuti, Atasan Akhirnya Minta Maaf

Kronologi Karyawan Dipaksa Resign Karena Izin Cuti, Atasan Akhirnya Minta Maaf--

radarpena.co.id - Jagat maya kembali geger oleh aksi arogan seorang oknum atasan terhadap bawahannya. Sebuah tangkapan layar percakapan WhatsApp yang menunjukkan sikap tidak manusiawi seorang supervisor restoran ternama mendadak viral. Sang atasan secara sepihak meminta karyawannya mengundurkan diri hanya karena masalah izin cuti untuk keluarga.

Kisah memilukan ini menimpa DF (24), seorang karyawan yang berniat menjalankan kewajibannya sebagai anak. DF menghubungi atasannya untuk meminta izin tidak masuk kerja karena kondisi kesehatan orang tuanya yang memburuk.

"Pak, boleh tidak saya ambil cuti besok karena orang tua aku lagi sakit? Mau minta izin cuti, kalau memang tidak bisa off pun tidak apa-apa pak," tulis DF dalam pesan tersebut dengan nada sopan.

Alih-alih mendapatkan rasa empati, DF justru menerima balasan ketus yang mengancam keberlangsungan kariernya. Sang manajer tanpa ragu memerintahkan DF untuk segera mengemasi barang dan meninggalkan pekerjaan secara permanen tanpa prosedur resmi.

"Tanggal 5 kau terakhir kerja, besok antar surat resign-mu. Pahami ya, kamu tidak akan bisa masuk ke Gacoan lagi mau di mana pun," ancam sang atasan melalui pesan balasan.

BACA JUGA:Apakah KFC Produk Israel? Bongkar Fakta Mengejutkan di Balik Isu Boikot yang Bikin Geger!

BACA JUGA:Akui Kesalahan Top-Up Game, Bocah 9 Tahun di China 'Menyerahkan Diri' ke Kantor Polisi

Ironisnya, sang manajer bahkan membawa urusan pribadi dan jumlah saudara DF ke dalam perdebatan profesional tersebut. Ia seolah menganggap izin karena musibah keluarga sebagai sebuah kesalahan fatal. "Kau berapa saudara, cuti pula. Habis Lebaran kirim saja surat resign-mu Febri, saya ACC langsung," lanjutnya.

Tindakan ini memicu gelombang kemarahan warganet. Netizen menilai sikap supervisor tersebut sangat tidak beretika dan melampaui batas kemanusiaan, terutama saat karyawan tengah mengalami masa sulit.

Supervisor Akhirnya Meminta Maaf

Setelah identitasnya terungkap dan menuai tekanan publik yang masif, sosok supervisor bernama Jaenul Ahmad akhirnya muncul untuk memberikan klarifikasi. Melalui unggahan di akun Instagram @folkonoha pada Rabu (8/4/2026), ia menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada DF.

"Dengan kesadaran penuh, saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada saudari DF. Saya menyadari telah melakukan kesalahan yang tidak sepatutnya terjadi, yakni memaksa tim saya untuk mengundurkan diri," ujar Jaenul.

Ia mengakui bahwa tindakannya tersebut telah melampaui wewenangnya sebagai supervisor. Jaenul berdalih bahwa ucapan kasar dan instruksi pemecatan tersebut hanyalah luapan emosi sesaat, bukan merupakan kebijakan resmi dari manajemen pusat perusahaan.

"Tindakan tersebut murni karena emosi sesaat dan bukan keputusan resmi perusahaan untuk mengeluarkan karyawan DF," tegasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait