Kisah di Balik Nama Ayam Pop, Hidangan Padang yang Lembut, Gurih, dan Legendaris
Ilustrasi ayam pop--Instagram @intankarinaijo
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Kalau kamu sering makan di rumah makan Padang, pasti tidak asing dengan menu ayam pop. Warnanya putih pucat, teksturnya lembut, dan rasanya gurih khas Minang.
Berbeda dari ayam goreng biasa, ayam pop justru terlihat sederhana namun punya cita rasa yang sangat khas. Tapi, pernahkah kamu penasaran bagaimana kisah di balik nama ayam pop sehingga terciptanya hidangan legendaris ini?
Ternyata, ada cerita menarik dari sebuah restoran tua di Bukittinggi yang menjadi awal mula popularitas ayam pop hingga dikenal luas di seluruh Indonesia.
Bermula dari Restoran Keluarga di Bukittinggi
Sejarah ayam pop bermula dari Restoran Family Benteng Indah, sebuah tempat makan keluarga yang berdiri sejak era 1950-an di Bukittinggi, Sumatera Barat. Restoran ini dikenal sebagai tempat pertama yang menyajikan ayam pop.
BACA JUGA:
- 4 Hal yang Bikin Warteg Kekinian Lebih Istimewa dari Warteg Biasa, Nomor 3 Paling Disukai Anak Muda!
- Resep Es Kopyor Segar: Minuman Unik yang Bikin Adem dan Nagih!
Menurut berbagai sumber, resep ayam pop diciptakan secara tidak sengaja oleh sang pemilik restoran. Saat pesanan ayam goreng sedang membludak, ia mencoba membuat variasi ayam yang direbus lebih dulu, lalu digoreng sebentar saja.
Tak disangka, hasilnya justru menghasilkan ayam berwarna putih pucat dengan tekstur empuk dan rasa gurih meresap, yang kemudian dikenal dengan nama ayam pop.
Asal Nama "Ayam Pop" Masih Misterius
Meski hidangan ini sangat populer, asal-usul kata "pop" masih menjadi perdebatan. Ada yang menyebut kata "pop" berasal dari istilah "populer", karena ayam ini langsung digemari sejak pertama kali dijual.
Ada pula yang berpendapat bahwa kata tersebut diambil dari gaya masakan modern pada masa itu yang sedang "pop" atau populer di kalangan masyarakat.
Apa pun asal katanya, satu hal yang pasti: ayam pop berhasil merebut hati pecinta kuliner karena kesederhanaannya.
Ciri Khas: Tanpa Kulit, Lembut, dan Tidak Berminyak
Salah satu ciri khas ayam pop adalah disajikan tanpa kulit. Ini bukan tanpa alasan. Di Sumatera Barat, ayam yang dijual di pasar tradisional biasanya sudah dikuliti.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: