Ini Lho Asal-Usul Nama Perkedel yang Sebenarnya, Bukan Singkatan Persatuan Kentang dan Telur?
Ilustrasi perkedel, salah satu makanan Indonesia hasil akulturasi budaya asing.--
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Siapa yang tak kenal perkedel? Camilan gurih berbahan kentang ini jadi favorit di banyak momen, mulai dari lauk pendamping nasi hingga sajian saat acara keluarga.
Namun, tahukah kamu kalau sebutan perkedel ternyata bukan singkatan dari 'Persatuan Kentang dan Telur' seperti yang sering kita dengar? Nama ini justru punya jejak sejarah panjang yang menarik, lho.
Mari kita kupas tuntas asal-usul nama perkedel dan evolusinya yang sudah melekat di lidah masyarakat Indonesia.
Apa Itu Perkedel?
Perkedel adalah makanan yang terbuat dari kentang yang dihaluskan, dicampur daging cincang, lalu diberi bumbu seperti lada, bawang putih, daun bawang, dan garam.
Adonan kentang kemudian dibentuk bulat pipih dan dilapisi telur sebelum digoreng agar tidak pecah.
BACA JUGA:
- 4 Bahan Pengental Masakan yang Wajib Ada di Dapur, Bukan Hanya Larutan Maizena!
- Aneka Camilan Singkong dari Berbagai Daerah Indonesia yang Wajib Kamu Coba
- 4 Kuliner Jawa Paling Ekstrem yang Bikin Penasaran, Berani Coba?
Campuran kentang dan telur inilah yang memunculkan mitos 'Persatuan Kentang dan Telur', padahal sama sekali tidak berhubungan dengan arti nama aslinya.
Asal-Usul Nama Perkedel
Nama 'perkedel' ternyata diambil dari bahasa Belanda, yaitu frikadel atau frikadeller. Dalam kuliner Eropa, frikadel adalah olahan daging cincang yang dibentuk dan digoreng, mirip dengan patty burger tetapi ukurannya lebih kecil.
Saat era kolonial, masakan ini dibawa ke Nusantara oleh Belanda. Masyarakat lokal kemudian menyesuaikan cara penyebutan menjadi 'perkedel' agar lebih mudah diucapkan. Bahkan di Jawa, perkedel kerap disebut 'begedel'.
Perbedaan Perkedel Indonesia dan Belanda
Meski namanya mirip, bahan dasarnya berbeda. Frikadel di Belanda menggunakan daging sebagai komponen utama. Namun di Indonesia, kentang dipilih sebagai bahan utama karena daging kala itu mahal dan sulit diakses masyarakat.
Kentang yang telah dihaluskan kemudian dicampur sedikit daging cincang atau kornet kalengan, dibumbui, dibentuk, dan digoreng. Teknik pembuatannya tetap terinspirasi resep Belanda, tetapi cita rasanya menjadi khas Nusantara.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: