8 Aplikasi Kesehatan Mental yang Bikin Hidup Lebih Tenang dan Teratur, Siap Jadi Teman Baik!
Ilustrasi kesehatan mental-Freepik-
BACA JUGA:5 Aplikasi Terjemahan Bahasa Inggris Indonesia Terbaik Selain Google Translate, Yuk Coba!
4. Unstuck
Pernah merasa stuck dan bingung harus mulai dari mana? Unstuck hadir sebagai aplikasi journaling berbasis CBT yang bisa membantu kamu menghadapi kecemasan, depresi, hingga ADHD.
Ada berbagai jenis jurnal di sini mulai dari catatan pikiran negatif, daftar rasa syukur, sampai mood tracker harian. Menulis di sini rasanya kayak ngobrol jujur sama diri sendiri.
5. I Am Sober
Kalau kamu sedang berjuang melawan adiksi entah itu rokok, alkohol, atau kebiasaan lain, I Am Sober bisa jadi partner terbaikmu.
Aplikasi ini membantumu memantau progres, merayakan pencapaian kecil, dan tetap semangat lewat komunitas yang suportif.
Setiap hari, kamu bisa lihat seberapa jauh kamu sudah melangkah. Kekuatan visual yang sederhana, tapi bermakna besar.
6. Headspace
Ingin mulai meditasi tapi nggak tahu harus mulai dari mana? Headspace punya panduan meditasi yang ramah pemula dan nggak mengintimidasi.
Dilengkapi juga dengan teknik pernapasan, latihan fokus, dan bahkan yoga ringan.
Yang menarik, kamu bisa pilih program sesuai mood: mau tidur nyenyak, mengelola marah, atau sekadar ingin rileks.
BACA JUGA:7 Aplikasi Makeup Wajah Terbaik: Temukan Gaya Riasan yang Cocok untukmu!
BACA JUGA:Biar Gak Overtihinking, Ini 10 Tips Mudah Jaga Kesehatan Mental Setiap Hari, Stay Chill!
7. Clarify
Punya masalah dengan fokus dan sering menunda-nunda pekerjaan? Clarify bisa jadi solusi. Awalnya dibuat untuk penderita ADHD, tapi siapa pun bisa pakai.
Fitur manajemen waktunya dirancang untuk membantu kamu lebih terstruktur dan produktif tanpa stres. Cocok buat kamu yang sering merasa hari berlalu begitu saja tapi tugas masih banyak banget.
8. WorryTree
Kalau kamu tipe pemikir yang sering kebanjiran kekhawatiran, coba deh WorryTree. Di sini, kamu bisa catat apa saja yang bikin kamu cemas.
Lalu, aplikasi ini akan bantu kamu berpikir logis dan menyusun strategi menghadapinya, berdasarkan metode Cognitive Behavioral Therapy (CBT). Jadi, bukan cuma mengeluh, tapi juga mulai bergerak menyelesaikan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: