Hitung Mundur! Nasib Warga Bantaran Rel Senen Diketok Rabu Ini, Pilih Skema BUMN atau Swasta?
Menteri PKP Maruarar Sirait dan Kepala BP BUMN Dony Oskaria saat meninjau lahan pembangunan Rusun Senen- Sigit Nugroho ---
Radarpena.co.id - Pemerintah benar-benar serius mengeksekusi lahan tidur milik InJourney Airports seluas 1,61 hektare di Senen, Jakarta Pusat. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, memberikan tenggat waktu super ketat. Hari Rabu, 1 April 2026, pukul 13.00 WIB, menjadi momen penentuan skema mana yang akan diambil untuk membangun Rumah Susun (Rusun) bagi warga bantaran rel.
Langkah taktis ini merupakan respons kilat atas instruksi Presiden Prabowo Subianto yang sebelumnya terjun langsung melihat kondisi lapangan. Ara, panggilan akrab sang Menteri, menegaskan tidak ada waktu untuk menunda-nunda lagi.
Pertarungan Dua Skema: Kapasitas Besar vs Fasilitas Komunal
Saat ini, meja perundingan sedang membedah dua alternatif skema pembangunan yang memiliki keunggulan masing-masing. Pemerintah pusat bersama Danantara, BP BUMN, dan Pemprov DKI Jakarta tengah mengkalkulasi mana yang paling efektif untuk segera dieksekusi.
Opsi pertama datang dari kekuatan BUMN, yaitu Perum Perumnas. Skema ini menawarkan skala besar dengan membangun dua tower raksasa yang menampung hingga 1.000 unit hunian. Pendanaannya akan disokong penuh oleh APBN, sementara Pemprov DKI bertanggung jawab atas infrastruktur dasar seperti air dan listrik.
Di sisi lain, terdapat opsi kedua yang melibatkan sektor swasta melalui Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia. Berbeda dengan konsep tower tinggi, skema ini menawarkan pembangunan sembilan tower setinggi empat lantai dengan total 690 unit. Kelebihannya? Ada ruang komunal dan gedung serbaguna yang dirancang untuk meningkatkan kualitas hidup penghuninya.
"Hari Rabu akan kita putuskan. Kan tinggal Senin, Selasa, Rabu tinggal 3 hari lagi," ujar Maruarar Sirait dengan nada tegas saat meninjau lahan di Senen, Minggu (29/3/2026).
Bocoran Harga: Sewa Murah Jadi Harga Mati
Bagi warga yang khawatir soal biaya, pemerintah memberikan sinyal hijau. Kepala Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN), Dony Oskaria, memberikan jaminan bahwa tarif sewa rusun ini tidak akan mencekik leher. Meskipun angka resminya masih digodok, prioritas utamanya adalah keterjangkauan bagi warga kelas bawah.
“Nanti kita sedang lihat strukturnya, tapi kemungkinan besar adalah akan kita sewa dengan sangat murah. Nah sehingga itu memungkinkan untuk saudara-saudara kita menempati,” kata Dony membocorkan rencana besaran sewa tersebut.
Proyek ini juga menjadi momentum bagi Kementerian PKP untuk mengoptimalisasi aset-aset negara yang selama ini tidak produktif. Dengan perizinan yang dijamin penuh oleh Gubernur dan Walikota, Rusun Senen diharapkan menjadi pilot project hunian vertikal yang cepat, tepat, dan terjangkau. (*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: