Advokat di Tangerang Ditusuk Debt Collector Mengaku Utusan Mandiri Tunas Finance

Advokat di Tangerang Ditusuk Debt Collector Mengaku Utusan Mandiri Tunas Finance

Ilustrasi penusukan -Foto: Unsplash.com/HamedMohtashamiPouya-

radarpena.co.id - Kasus kekerasan yang melibatkan penagih utang atau debt collector yang mengaku dari Mandiri Tunas Finance terjadi di Tangerang.

Kali ini, seorang advokat bernama Bastian Sori menjadi korban penusukan brutal di kediamannya, Perumahan Palem Semi, Karawaci, Tangerang.

Insiden berdarah ini bermula ketika para pelaku mencoba menarik paksa unit kendaraan yang dituduh menunggak pembayaran. Berikut adalah fakta dan kronologi lengkap kejadian yang kini tengah ditangani pihak kepolisian.

BACA JUGA:Tatap ASEAN Futsal Championship 2026, FFI Rilis Daftar 25 Pemain Timnas Indonesia

Kronologi Lengkap

Berdasarkan keterangan Andri Jurnisal dari DPD Kongres Advokat Indonesia selaku kuasa hukum korban, peristiwa ini terjadi pada sore hari yang mencekam.

Pukul 14.00 WIB: Tiga orang debt collector terpantau kamera CCTV sudah menunggu di teras rumah korban. Saat itu, rumah dalam kondisi kosong karena Bastian sedang menjemput anaknya.

Pukul 15.40 WIB: Korban tiba di rumah. Ketegangan mulai memuncak saat para pelaku menyatakan niat mereka untuk menarik mobil dengan dalih mendapat kuasa dari Mandiri Tunas Finance (MTF).

Adu Mulut & Prosedur: Bastian, sebagai praktisi hukum, meminta identitas resmi dan bukti dokumen sah sesuai aturan hukum yang berlaku. Ia bahkan meminta petugas keamanan perumahan untuk menahan kendaraan pelaku di gerbang guna pemeriksaan identitas.

BACA JUGA:Huawei Resmi Boyong Mate X7 ke Indonesia: Definisi Baru Ponsel Lipat Tipis dan Tangguh

Detik-Detik Penyerangan: Korban Alami 3 Luka Tusuk

Alih-alih menunjukkan dokumen legal, para pelaku justru tersulut emosi. Sekitar pukul 16.00 WIB, situasi berubah menjadi aksi kriminalitas.

Bastian Sori dilaporkan mengalami luka serius akibat senjata tajam, di antaranya:

Dua luka tusuk di bagian perut.

Satu luka tusuk di bagian punggung.

Akibat pendarahan hebat, korban langsung dilarikan ke rumah sakit dan harus menjalani tindakan operasi di RSUD Kabupaten Tangerang. Pihak keluarga telah resmi melaporkan kasus ini ke Polsek Kelapa Dua.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: