Jangan Ketinggalan! BPW Indonesia dan ICT Watch Ajak Perempuan RI Melek AI Agar Tak Jadi Korban Scam

Jangan Ketinggalan! BPW Indonesia dan ICT Watch Ajak Perempuan RI Melek AI Agar Tak Jadi Korban Scam

Jangan jadi korban scam AI! BPW Indonesia & ICT Watch buka pendaftaran pelatihan AI HerTech untuk 3.000 perempuan. - Dok. Sigit/FIN - --

Radarpena.co.id - Dunia digital bergerak secepat kilat, tapi apakah perempuan Indonesia sudah siap menghadapi serbuan Artificial Intelligence (AI)? Jangan sampai Anda hanya jadi penonton di tengah revolusi teknologi ini. Federasi Bisnis Profesional Wanita (FBPW) atau BPW Indonesia baru saja menggandeng ICT Watch untuk memastikan perempuan Indonesia tidak sekadar jadi pengguna, tapi jadi pemimpin inovasi yang cerdas digital.

Dalam gelaran Rapat Umum Tahunan (RUT) 2026, kolaborasi ini meluncurkan program "HerTech: Perempuan Berdaya AI". Inisiatif ini bukan sekadar pelatihan biasa, melainkan langkah darurat untuk memproteksi perempuan dari ancaman kejahatan siber yang semakin canggih, mulai dari deepfake hingga penipuan berbasis suara yang menguras rekening.

Target 3.000 Peserta: Jangan Sampai Slot Pelatihan AI Ini Habis!

BPW Indonesia tidak main-main dalam mengejar ketertinggalan literasi digital. Targetnya ambisius: 3.000 perempuan harus melek AI sebelum Maret 2026 berakhir. Ketua Umum BPW Indonesia, Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd, mengungkapkan bahwa urgensi ini muncul karena maraknya penyalahgunaan media online yang menyasar kaum hawa.

"Banyak perempuan menjadi korban dari scam atau penyalahgunaan media online, terutama AI. Walaupun kita sudah ahli menggunakan medsos, pasti ada hal-hal yang belum kita pahami. Kerjasama ini bertujuan mencerahkan wawasan kita agar tidak terjebak," tegas Giwo Rubianto dalam konferensi pers usai penandatanganan MOU di The Dharmawangsa Jakarta, Jumat (30/1/2026).

Program HerTech ini hadir sebagai solusi bagi perempuan yang ingin up-to-date namun memiliki keterbatasan waktu. Dengan metode belajar hybrid (gabungan daring dan luring), peserta bisa mendalami materi tanpa harus mengorbankan urusan domestik atau pekerjaan.

Waspada Deepfake & Scam: AI Bukan Cuma Soal Chatbot

Kenapa Anda harus peduli? Saat ini, teknologi AI sering disalahgunakan untuk menciptakan identitas palsu. Fenomena "suara teman" atau "wajah kerabat" di WhatsApp yang meminta transfer uang secara mendesak kini menjadi ancaman nyata. ICT Watch mencatat bahwa tanpa intervensi praktis, perempuan berisiko menjadi korban kekerasan berbasis gender online (KBGO) yang semakin brutal.

Direktur Operasional ICT Watch, Widuri, menjelaskan bahwa kesenjangan keterampilan digital bisa membuat perempuan tertinggal jauh. "Jangan sampai perempuan hanya menjadi pengguna teknologi, bukan pengambil manfaat yang adil. Kita butuh intervensi yang inklusif agar perempuan bisa menjadi pemimpin inovasi," jelasnya.

Dari Indonesia untuk Asia Pasifik: Saatnya Perempuan Memimpin

Ambisi BPW Indonesia tidak berhenti di level nasional. Sebagai bagian dari jaringan internasional, BPW Indonesia menargetkan diri untuk menjadi leader pelatihan digital bagi perempuan di wilayah Asia Pasifik. Ini adalah peluang besar bagi pebisnis dan profesional wanita untuk membangun personal branding dan keamanan data yang lebih solid.

Selain fokus pada teknologi, RUT 2026 ini juga tetap menjaga aspek fundamental yaitu kesehatan melalui kerjasama dengan RS Siloam. Sebab, kepemimpinan yang kuat hanya bisa lahir dari raga yang sehat. Dengan program deteksi dini kanker payudara "Selangkah", perempuan Indonesia diajak untuk berani melakukan screening sedini mungkin.

Jadi, apakah Anda akan tetap diam dan berisiko menjadi target scam berikutnya, atau bergabung dengan ribuan perempuan hebat lainnya yang sudah mulai menguasai AI? Pendaftaran kini telah dibuka melalui kanal resmi BPW Indonesia. Jangan tunggu sampai slotnya penuh! (*)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: