Presiden Prabowo Tinjau Pembangunan Huntara di Aceh, BSN Hadir Dukung Pembiayaan Syariah
Direktur Utama Bank Syariah Nasional (BSN) Alex Sofjan Noor yang turut hadir pada acara kunjungan Presiden Prabowo di Aceh, menyatakan kesiapannya untuk mendukung pembiayaan program perumahan Huntara.--BSN
Sementara itu Dony Oskaria, Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, menyatakan pembangunan Rumah Hunian Danantara dilakukan dalam rentang waktu yang sangat terbatas. BUMN bekerja dengan intensitas tinggi, melakukan percepatan konstruksi, pengadaan material, hingga pengawasan mutu secara simultan agar target dapat tercapai sebelum awal tahun.
BACA JUGA:BSN Siap Melayani Masyarakat Libur Nataru
Direktur Utama Bank Syariah Nasional (BSN) Alex Sofjan Noor yang turut hadir pada acara kunjungan Presiden di Aceh, menyatakan kesiapannya untuk mendukung pembiayaan dalam program perumahan Huntara tersebut.
BSN walaupun secara resmi beroperaional pada tanggal 22/12 lalu, namun perlu diketahui bahwa sebelumnya telah ada di Aceh UUS (Unit Usaha Syariah) BTN yang sudah turut mengambil bagian untuk bersama masyarakat Aceh membiayai hunian dan mendorong ekonomi daerah.
UUS BTN sekarang sudah menjadi BSN sebagai anak perusahaan BTN dan kami akan melanjutkan apa yang selama ini sudah dilakukan untuk masyarakat Aceh. BSN hadir di tengah masyarakat Aceh termasuk pada masa sulit saat ini yang sedang melanda masyarakat akibar bencana banjir dan tanah longsor.
BSN sudah turut serta membangun tenda pengungsian untuk dapur umum menyiapkan kebutuhan makanan dan layanan kesehatan untukmasyarakat setempat. BSN juga sudah memberikan bantuan kebutuhan pokok lainnya yang diperlukan, termasuk perlengkapan alat sholat. Relaksasi pembiayaan bagi masyarakat Aceh yang terdampak juga sudah kita berikan sebagai bentuk kepedulian untuk masyarakat Aceh, jelasnya di lokasi kunjungan Presiden.
Kabupaten Aceh Tamiang menjadi salah satu wilayah terdampak paling parah akibat banjir bandang dan tanah longsor besar yang terjadi pada akhir November 2025 akibat bencana hidrometeorologi ekstrem.
Bencana ini melanda hampir seluruh kecamatan dan berdampak pada lebih dari 100.000 jiwa, dengan ribuan rumah rusak dari kategori ringan hingga rusak berat, serta kerusakan luas pada jalan, jembatan, tanggul, fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, sarana ibadah, dan pusat aktivitas ekonomi masyarakat.(***)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: