Harga Telur Ayam Tembus Rp33 Ribu per Kilo, Pedagang Kuliner Kecil Putar Otak
Ilustrasi telur ayam-Freepik-
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Harga telur ayam kembali melonjak tajam di sejumlah wilayah Indonesia. Di tingkat pemasok, harga kini menembus Rp30.000 per kilogram, sementara di warung eceran bahkan lebih tinggi—berkisar Rp31.000 hingga Rp33.000 per kilogram.
Kenaikan signifikan ini membuat para pelaku usaha kuliner kecil kelimpungan. Banyak dari mereka terpaksa melakukan penyesuaian agar tetap bisa bertahan tanpa menaikkan harga jual.
Pedagang Nasi Padang Pilih Telur Ukuran Lebih Kecil
Rina (38), pedagang Nasi Padang di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, mengaku kenaikan harga telur kali ini terasa sangat memberatkan. Ia terpaksa mengganti ukuran telur yang biasa ia beli demi menjaga harga menu tetap stabil.
"Harga telur naik terus, sekarang di warung warung malah sampai 32 ribu perkilo. Mau tidak mau saya beli telur ukuran lebih kecil. Kalau pakai yang biasa, saya harus naikkan harga nasi telur, tapi saya nggak tega sama pelanggan," ujar Rina.
Menurut Rina, penggunaan telur lebih kecil adalah pilihan terakhir.
BACA JUGA:Pertamina Berbagi Hadirkan Senyum 6.000 Motoris Dapat Oli Gratis
BACA JUGA:Tuntut Kenaikan UMP 2026 hingga 10,5 Persen, Buruh Siap Gelar Aksi Nasional 22 November
"Walau kecil, yang penting masih layak. Kalau saya naikkan harga, pelanggan bisa lari," ungkapnya.
Penjual Martabak Beralih ke Telur Kualitas Lebih Rendah
Berbeda dengan pedagang Nasi Padang, penjual martabak justru menghadapi tantangan tersendiri. Rahmad (42), penjual martabak di kawasan yang sama, mengatakan bahwa ia tidak bisa menggunakan telur kecil karena akan langsung berdampak pada ukuran martabak.
"Kalau saya pakai telur kecil, kelihatan langsung ke ukuran martabak, jadi pelanggan pasti komplain," jelas Rahmad.
Demi menjaga ukuran martabak tetap konsisten, Rahmad memilih menggunakan telur kualitas di bawah biasanya—sering disebut telur putih.
“Rasanya nggak begitu beda karena tercampur bumbu. Yang penting ukuran martabak tetap sama. Daripada pakai telur kecil terus martabaknya jadi tipis,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: