Menkop Serukan Perang Lawan Rentenir, Koperasi Merah Putih Ditarget Jadi Motor Ekonomi Desa

Menkop Serukan Perang Lawan Rentenir, Koperasi Merah Putih Ditarget Jadi Motor Ekonomi Desa

Menkop Ferry Juliantono--

Radarpena.co.id - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Joko Yuliantono menegaskan tantangan koperasi ke depan semakin berat, seiring Harapan Presiden Prabowo Subianto agar koperasi kembali menjadi penggerak utama ekonomi kerakyatan.

Hal itu disampaikan Ferry dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) II Dewan Koperasi Indonesia Wilayah Banten yang digelar di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, dikutip Rabu, 18 Februari 2026.

“Tugas koperasi ke depan sangat berat seperti yang diharapkan oleh Presiden Prabowo Subianto,” ujar Ferry.

Ia menjelaskan, melalui program Koperasi Merah Putih, pemerintah mendorong koperasi hadir hingga tingkat desa dan kelurahan. Saat ini, hampir 1.000 Koperasi Merah Putih telah terbentuk di berbagai daerah.

“Kita akan bentuk ekosistem dan menyerap aneka hasil dari UMKM,” katanya.

Ferry juga menyatakan komitmennya memberantas praktik rentenir berkedok bank keliling atau yang dikenal dengan istilah bank emok. Menurutnya, praktik tersebut selama ini membebani masyarakat kecil dengan bunga tinggi.

“Kita akan kalahkan bank keliling itu. Kita akan kalahkan rentenir,” tegasnya.

Sementara itu, Asisten Daerah II Provinsi Banten Budi Santoso mengungkapkan, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Banten tercatat sebanyak 1.551 unit. Dari jumlah tersebut, 828 koperasi atau sekitar 53 persen telah memiliki lahan dan terdata, sedangkan sisanya belum.

Menurut Budi, maraknya bank keliling terjadi karena masyarakat belum memiliki alternatif pembiayaan yang mudah dan terjangkau. Karena itu, koperasi diharapkan mampu mengambil peran tersebut.

“Kalau koperasi turun ke bawah, tidak akan mungkin bank keliling itu bisa sampai menjangkau masyarakat,” ujarnya.

Ketua Dekopinwil Banten periode 2020–2025, Asep Rahmatullah, mengakui pada awal kepemimpinannya sempat terjadi dualisme kepengurusan. Namun kini, kondisi tersebut telah kembali solid dalam satu wadah organisasi.

“Mudah-mudahan dengan adanya Koperasi Merah Putih, koperasi bisa berjalan sesuai dengan keinginan Pak Presiden,” katanya.

Dalam forum Muswil II yang mengusung tema “Mewujudkan SDM Koperasi Banten yang Andal di Era Digital” itu, Hasbi Sidik resmi terpilih sebagai Ketua Dewan Koperasi Indonesia Wilayah Banten masa bakti 2025–2030 secara aklamasi, menggantikan Asep Rahmatullah.

Dalam sambutannya, Hasbi menyatakan akan segera menyusun struktur kepengurusan baru serta merancang program kerja lima tahun ke depan. Ia menegaskan arah kebijakan organisasi akan selaras dengan program Presiden Prabowo Subianto, terutama dalam penguatan ekonomi kerakyatan dan pemberdayaan UMKM.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait