Perbedaan Film G30S PKI dengan Fakta Sejarah, Benarkah Sesuai Kenyataan?

Perbedaan Film G30S PKI dengan Fakta Sejarah, Benarkah Sesuai Kenyataan?

Perbedaan film G30S PKI dengan fakta sejarah--Instagram @khuechink

JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Film Pengkhianatan G30S PKI menjadi tontonan wajib di televisi nasional setiap akhir September, terutama pada era Orde Baru. 

Disutradarai Arifin C. Noer, film berdurasi hampir empat jam ini mengisahkan drama kelam penculikan dan pembunuhan tujuh perwira TNI AD oleh kelompok yang dikaitkan dengan Partai Komunis Indonesia (PKI). 

Namun, setelah reformasi 1998, banyak sejarawan mempertanyakan keakuratan cerita yang ditampilkan. Beberapa pihak bahkan menilai film G30S PKI ini lebih condong sebagai alat propaganda politik ketimbang dokumentasi sejarah

Lantas, sejauh mana perbedaan film G30S PKI ini dengan fakta sejarah sebenarnya?

Sekilas tentang Film Pengkhianatan G30S/PKI

Film ini diproduksi oleh Perum Produksi Film Nasional (PPFN) dan pertama kali tayang pada 1984. Dengan judul lengkap 'Penumpasan Pengkhianatan G 30 S PKI', kisahnya berfokus pada aksi Kolonel Untung bersama pasukan Cakrabirawa yang menculik tujuh jenderal Angkatan Darat. 

BACA JUGA:

Sosok Mayjen Soeharto digambarkan sebagai pahlawan penyelamat yang berhasil menumpas gerakan tersebut. 

Para pemeran ternama seperti Amoroso Katamsi sebagai Soeharto dan Umar Kayam sebagai Presiden Sukarno ikut menguatkan pesan film yang kental dengan narasi keberhasilan pemerintah Orde Baru.

Fakta Sejarah yang Berbeda dari Versi Film

Seiring berjalannya waktu, sejarawan dan peneliti mengungkapkan sejumlah ketidaksesuaian film dengan fakta sejarah. Berikut beberapa poin perbedaan paling menonjol:

1. Adegan Penyiksaan Para Jenderal

Film menampilkan kekerasan brutal yang dialami para jenderal di Lubang Buaya. Namun, laporan tim forensik menyebutkan tidak ditemukan bukti penyiksaan sekejam yang digambarkan. Luka-luka para korban lebih disebabkan tembakan, bukan mutilasi seperti di film.

2. Karakter DN Aidit

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait