Pertamina Patra Niaga Buka Suara Soal Pertamax Campur Air di SPBU Kebon Nanas Tangerang
Ilustrasi pengisian bbm pertamax-Candra Pratama-Disway Grup
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Media sosial sempat dihebohkan oleh salah satu postingan akun instagram, mengenai dugaan adanya motor mogok usai mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di SPBU Kebon Nanas, Kota Tangerang.
Dalam video yang telah ditonton ribuan orang itu, menampilkan adanya kandungan air yang tercampur dalam BBM jenis Pertamax. Netizen heboh, warga pun panik dan lebih waspada.
Berangkat dari hal tersebut, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) telah melakukan investigasi menyeluruh.
Termasuk pemeriksaan dan pengujian produk secara langsung bersama Lembaga Minyak dan Gas Bumi (Lemigas).
Area Manager Communication, Relations dan CSR Regional JBB PT Pertamina Patra Niaga, Susanto August Satria, menegaskan bahwa pemeriksaan telah dilakukan secara transparan dengan melibatkan konsumen dan pemilik kendaraan yang turut menyaksikan proses pengujian bersama Lemigas.
BACA JUGA:Cemburu Buta, Suami di Cakung Nekat Bakar Rumah dan Lukai Istri dan Ibu Mertua hingga Babak Belur
BACA JUGA:Waspadai Dehidrasi: Kenali Gejala, Bahaya, dan Cara Mencegahnya
"Kami ingin memastikan kepada masyarakat bahwa kualitas produk Pertamax di SPBU Kebon Nanas sesuai dengan standar yang berlaku," tegasnya, Sabtu, 20 September 2025.
"Proses pengujian dilakukan secara terbuka bersama konsumen dan pihak Lemigas sebagai bentuk transparansi dan komitmen kami melayani pelanggan," sambung Satria.
Dalam rangka menjaga kualitas pelayanan dan membangun kepercayaan publik, Pertamina Patra Niaga Regional JBB mengimbau masyarakat untuk menyampaikan segala bentuk saran, masukan, maupun keluhan melalui Pertamina Call Center (PCC) 135.
BACA JUGA:Cemburu Buta, Suami di Cakung Nekat Bakar Rumah dan Lukai Istri dan Ibu Mertua hingga Babak Belur
"Kami meminta masyarakat memberikan data diri yang jelas, bukti pembelian berupa struk, serta informasi kronologis kejadian agar kami dapat segera melakukan pemeriksaan dan memberikan hasil tindak lanjut sebagai bukti komitmen kami dalam melayani pelanggan," jelas Satria.
Tak berhenti di situ, Satria juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.
"Di tengah maraknya disinformasi, kami mengajak masyarakat untuk mengonfirmasi kebenaran informasi melalui layanan PCC 135," tutup Satria.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: