Pertamina Evaluasi Harga Pertamax dan Pertamax Green, Kode Bakal Naik?
BBM Pertamax--ist
radarpena.co.id - Di tengah kenaikan harga sejumlah bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, masyarakat masih menanti kepastian nasib harga Pertamax.
PT Pertamina Patra Niaga menyatakan hingga kini pihaknya masih melakukan evaluasi terkait kemungkinan penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menegaskan bahwa keputusan belum final.
“Masih dalam evaluasi,” ujarnya di Jakarta, Minggu.
BACA JUGA:Kecelakaan Maut di Probolinggo, 6 Kendaraan Terlibat, 4 Orang dalam 1 Keluarga Tewas di Tempat
Sebelumnya, Pertamina telah resmi menaikkan harga beberapa BBM nonsubsidi per 18 April 2026, di antaranya:
- Pertamax Turbo: Rp13.100 → Rp19.400 per liter
- Dexlite: Rp14.200 → Rp23.600 per liter
- Pertamina Dex: Rp14.500 → Rp23.900 per liter
Kenaikan ini dilakukan sesuai regulasi pemerintah dan telah melalui koordinasi dengan berbagai pihak terkait.
Meski sejumlah BBM naik, harga Pertamax (RON 92) masih bertahan di Rp12.300 per liter, sementara Pertamax Green di Rp12.900 per liter.
Untuk BBM subsidi, harga juga belum berubah:
- Pertalite: Rp10.000 per liter
- Biosolar: Rp6.800 per liter
Kebijakan ini memberi sedikit ruang napas bagi masyarakat di tengah tren kenaikan harga energi.
BACA JUGA:Harga LPG 12 Kg Meroket Menjadi Rp228 Ribu
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa harga BBM nonsubsidi memang mengikuti mekanisme pasar sesuai regulasi.
Sementara itu, pemerintah hanya mengatur harga untuk BBM subsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat luas.
Penyesuaian harga BBM nonsubsidi mengacu pada aturan Kepmen ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022, yang mempertimbangkan fluktuasi harga minyak global dan nilai tukar.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: