Tim Medis Ambulans Jadi Korban Kekerasan Brimob di Solo, Dua Relawan Alami Luka Serius
Sopir Ambulance dipukuli brimob saat demo di Solo-Tangkapan Layar-
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Dua orang tim medis ambulans di Solo menjadi korban kekerasan yang diduga dilakukan oknum Brimob saat kericuhan demonstrasi pada Jumat malam (29/8/2025).
Mereka adalah pengawal ambulans, Raditya Bagas Nugroho Adi, dan sopir ambulans bernama Dika.
Keduanya harus mendapat perawatan di rumah sakit berbeda akibat luka serius.
Raditya dirawat di RS Panti Waluyo Solo, sementara Dika dibawa ke RS PKU Muhammadiyah Solo dengan kondisi kepala mengalami luka bocor.
BACA JUGA:Hasil Drawing Liga Champions 2025/2026: Real Madrid Satu Grup dengan Liverpool dan Manchester City
BACA JUGA:9 Drama Korea Terbaru Netflix Rating Tinggi, Cocok Buat Binge-Watching Saat Weekend
Kronologi Kekerasan Versi Korban
Raditya mengaku insiden terjadi sekitar pukul 19.05 WIB, ketika ia sedang membuka jalan bagi ambulans yang dikendarai Dika untuk mengevakuasi korban gas air mata di depan Rutan Solo.
“Tiba-tiba saya diberhentikan polisi, motor saya ditendang, lalu saya dihajar tanpa alasan jelas. Saya coba lari dan mencari perlindungan ke ambulans, tapi tetap dikejar dan dipukul. Sopir ambulans yang mencoba melindungi saya juga kena pukul di kepala,” ungkap Raditya.
Ia menyayangkan sikap aparat yang dianggap berlebihan, padahal dirinya hanya bertugas membantu evakuasi korban.
Raditya bahkan dituduh sebagai provokator hingga motornya hilang di lokasi kejadian.
Video Viral dan Kesaksian Relawan
Video penganiayaan tim medis ini viral di grup WhatsApp sukarelawan dan Instagram.
Dalam rekaman, terlihat ambulans dihentikan secara paksa, lalu kru dan sopirnya dianiaya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: