Singgung Anggota Gerindra Immanuel Ebenezer, Prabowo: Saya Malu Juga

Singgung Anggota Gerindra Immanuel Ebenezer, Prabowo: Saya Malu Juga

Presiden Prabowo malu atas ulah Immanuel Ebenezer-anisha aprilia-radarpena.co.id Disway group

JAKARTA, RADARPENA.CO.ID – Presiden RI sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, menegaskan sikap tegasnya terkait kasus korupsi yang menjerat anggota partainya, Immanuel Ebenezer alias Noel.

 

Dalam sambutannya di acara pembukaan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) di ICE BSD, Tangerang, Prabowo menegaskan bahwa dirinya tidak akan pernah melindungi kader ataupun anggota Gerindra yang terbukti melakukan pelanggaran hukum.

 

“Kalaupun ada anggota Gerindra yang melanggar, saya tidak akan lindungi. Kita harus berani mengoreksi diri,” ujar Prabowo.

BACA JUGA:Immanuel Ebenezer Diduga Sembunyikan Mobil Mewah Hasil Korupsi, Ini Daftarnya

 

Singgung Immanuel Ebenezer

 

Prabowo menyinggung langsung kasus Immanuel Ebenezer yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Ia menekankan bahwa Noel memang tercatat sebagai anggota Partai Gerindra, namun bukan kader yang telah menjalani proses kaderisasi penuh.

 

“Beberapa hari kemudian ada anggota Gerindra, tapi dia anggota, belum kader. Saya agak malu juga, tapi itulah kenyataannya,” kata Prabowo.

 

Menurutnya, seorang kader Gerindra seharusnya memahami nilai-nilai disiplin dan integritas, seperti yang ia contohkan dalam sejarah Kekaisaran Ottoman.

 

BACA JUGA:Demo Buruh 28 Agustus di DPR: Polda Metro Amankan Ratusan Pelajar

Prabowo menyayangkan tindakan Noel yang tersandung korupsi, bahkan menyinggung dampak moral dan sosial yang harus ditanggung keluarga.

 

“Kalau tangannya diborgol, pakai baju oranye, apakah tidak ingat istri dan anaknya? Saya sudah berulang kali ingatkan dari sebelum dilantik, saat dilantik, hingga setelahnya: bersihkan dirimu sebelum kau akan dibersihkan,” tegasnya.

 

Presiden menambahkan, dirinya kerap mendapat laporan dari berbagai institusi hukum, termasuk Jaksa Agung dan PPATK. Ia menekankan, pemerintah tidak bisa dianggap lemah atau mudah disogok.

 

“Kadang saya kasihan, tapi apa boleh buat. Hukum harus ditegakkan. Jangan pernah berpikir pemerintah yang saya pimpin bisa dibeli,” pungkas Prabowo.

 

 

 

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait