Wamenkop: BUMN dan Swasta Siap Menambah Kegiatan Usaha Kopdes Merah Putih
Wamenkop Ferry Juliantono menyatakan bahwa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan memberi dukungan dalam pengoperasian Kopdes/Kel Merah Putih --Kemenkop
Wamenkop kembali menegaskan bahwa ekosistem Kopdes/ Kel Merah Putih sangat terbuka bagi seluruh pihak baik BUMN atau Swasta untuk melakukan kemitraan atau kerjasama secara business to business (BtoB).
Terkait dengan keterlibatan BUMN sebagai produsen produk-produk yang disubsidi, Kopdes/ Kel Merah Putih diharapkan dapat menjadi agen atau sub distributor sehingga dapat memberikan nilai tambah yang lebih bagi masyarakat maupun UMKM yang ada di desa.
“Kita tidak ingin Kopdes ini justru menciptakan persaingan dengan warung UMKM. Justru posisinya bisa menjadi agen sub distributor, sehingga membantu memperkuat jaringan distribusi,” katanya.
Dengan keterlibatan BUMN, swasta, dan asosiasi petani dan stakeholder lainnya, Wamenkop Ferry optimistis keberadaan Kopdes/Kel Merah Putih ini akan memperpendek rantai pasok dan menekan biaya logistik.
BACA JUGA:Menkop Budi Arie: Kebangkitan Koperasi, Kado Terindah HUT RI ke 80
Rantai distribusi yang lebih sederhana diharapkan mampu menghadirkan barang subsidi tepat sasaran, sesuai harga ketentuan, dan tersedia sesuai kebutuhan masyarakat desa.
Sehingga Wamenkop Ferry mengapresiasi komitmen dari BUMN, swasta, asosiasi dan stakeholder lainnya dalam upaya memaksimalkan proses operasi dari Kopdes/ Kel Merah Putih.
“Kolaborasi ini sangat penting. Kami membuka kesempatan seluas-luasnya bagi bapak-ibu semua untuk berpartisipasi membangun ekosistem Kopdes Merah Putih yang lebih baik," ujarnya.
Deputi Bidang Koordinasi Tata Niaga dan Distribusi Pangan Kemenko Pangan Tatang Yuliono mendukung penguatan model bisnis dari Kopdes/ Kel Merah Putih. Menurutnya, pemangkasan rantai pasok akan membuat harga kebutuhan pokok lebih stabil di tingkat desa.
“Kopdes ini harus mampu menjadi distributor level akhir di desa agar masyarakat tertarik, dan barang tersedia tepat waktu dengan harga sesuai ketentuan,” ujarnya.
BACA JUGA:Menkop Budi Arie: Koperasi Merah Putih Bakal Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Sementara itu Ketua Asosiasi Champion Cabai Indonesia (ACCI) Tunov Mondro Atmojo menekankan pentingnya peran Kopdes/ Kel Merah Putih sebagai offtaker.
Dia berharap Kopdes dapat menjadi badan usaha yang langsung dapat menyerap hasil panen cabai dari para petani yang mayoritas merupakan anggota dari koperasi sehingga ada jaminan harga yang menguntungkan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: