Aksi Demo Tolak Kenaikan Tunjangan DPR Ricuh di Slipi, Pos Polisi Dibakar Massa
Massa Bentrok dan Rusak Pos Polisi di Slipi-Fajar Ilman-Disway grup
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Aksi unjuk rasa besar-besaran yang digelar oleh berbagai elemen masyarakat mulai dari mahasiswa, pelajar, hingga warga sipil berujung ricuh di kawasan Slipi, Jakarta Barat, Senin (25/8).
Massa turun ke jalan untuk menolak kenaikan tunjangan anggota DPR RI yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat.
Bentrok tak terhindarkan ketika aparat mulai menembakkan gas air mata ke arah demonstran.
Massa yang semula melakukan orasi secara damai, justru semakin beringas dan mulai melakukan tindakan anarkis, termasuk merusak pos polisi serta membakar tenda di lokasi tersebut.
Bentrok Pecah di Beberapa Titik Strategis Jakarta
Kericuhan tidak hanya terjadi di Slipi. Bentrok juga dilaporkan terjadi di depan Mal Senayan Park, jalur menuju Semanggi, dan sejumlah titik di sekitar Gedung DPR/MPR RI.
Aparat keamanan tampak kewalahan menghadapi massa aksi 'Revolusi Rakyat Indonesia' yang terus berdatangan dari berbagai daerah.
BACA JUGA:Sidang Cerai Pratama Arhan Digelar Verstek, Azizah Salsha Diberi Waktu 14 Hari untuk Perlawanan
BACA JUGA:Tok! Pratama Arhan dan Azizah Salsha Resmi Diputus Cerai PA Tigaraksa
"Kami ingin memastikan kegiatan berlangsung aman, tertib dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat lainnya," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Susatyo Purnomo Condro di Jakarta, Senin.
1.250 Personel Gabungan Dikerahkan
Untuk mengamankan jalannya unjuk rasa, sebanyak 1.250 personel gabungan dari TNI, Polri, dan Pemda DKI Jakarta telah disiagakan sejak pagi hari.
Fokus utama pengamanan adalah kawasan Gedung DPR/MPR RI, titik konsentrasi utama aksi protes.
Kepolisian juga mengatur lalu lintas secara situasional, mengikuti perkembangan di lapangan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: