Kematian Diplomat Muda Arya Daru Diduga karena Burnout, Ini Penjelasannya
Arya Daru Pangayunan--ist
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia berduka atas wafatnya diplomat muda, Arya Daru.
Meski penyebab resmi kematian belum diumumkan, dugaan kuat mengarah pada burnout—sindrom kelelahan kerja kronis yang kini menjadi perhatian serius di berbagai kalangan profesional.
Tragedi ini menyorot kembali pentingnya kesadaran terhadap kesehatan mental, terutama di lingkungan kerja bertekanan tinggi seperti dunia diplomasi.
Psikolog klinis Liza Marielly Djaprie, M.Psi., CHt., menyebut burnout bukan sekadar kelelahan biasa, melainkan kondisi serius yang jika tak ditangani, bisa berujung fatal.
BACA JUGA:Gempa Rusia dan Nasib 53 WNI yang Berada di Wilayah Gempa, Ini Penjelasan Kemlu
“Kematian Arya Daru, jika benar berkaitan dengan burnout, adalah alarm keras bagi dunia kerja kita,” ujar Liza saat dihubungi Rabu (30/7/2025).
Dampak Burnout Bisa Fatal
Liza menguraikan bahwa burnout dapat menyebabkan sejumlah masalah serius, di antaranya:
- Gangguan fisik: Tekanan darah tinggi, penyakit jantung, gangguan pencernaan, sakit kepala kronis, hingga melemahnya sistem imun.
- Masalah psikologis berat: Depresi klinis, gangguan kecemasan, dan potensi bunuh diri.
- Ketergantungan zat: Penggunaan alkohol, narkoba, atau obat resep secara tidak sehat sebagai pelarian.
- Penurunan kualitas hidup: Hilangnya minat, terganggunya hubungan pribadi, dan perasaan terjebak dalam kelelahan.
- Risiko kematian tidak langsung: Serangan jantung, stroke, atau depresi berat yang bisa berujung pada kehilangan nyawa.
BACA JUGA:140 Guru Sekolah Rakyat Mundur, Tapi 50 Ribu Guru Siap Menggantikan
Bukan Hanya Soal Banyaknya Pekerjaan
Lebih lanjut, Liza menekankan bahwa pemicu burnout tak hanya sekadar beban kerja berat. Faktor lain yang tak kalah berbahaya meliputi:
- Kurangnya kontrol atas pekerjaan
- Penghargaan yang tidak setimpal
- Lingkungan kerja toksik
- Nilai personal yang bertentangan dengan nilai organisasi
- Minimnya dukungan sosial
- Ekspektasi yang tidak realistis
“Burnout sering kali merupakan akumulasi dari berbagai faktor, bukan hanya soal terlalu banyak pekerjaan. Ini adalah kondisi yang kompleks dan perlu ditangani secara holistik,” jelas Liza.
Kematian Arya Daru membuka mata bahwa isu kesehatan mental bukan lagi perkara sepele. Perusahaan, lembaga, dan organisasi diimbau untuk mulai membangun budaya kerja yang sehat, suportif, dan memperhatikan keseimbangan hidup para karyawan.
Tak hanya organisasi, individu juga didorong untuk mengenali tanda-tanda burnout sejak dini dan tidak ragu mencari bantuan profesional jika merasa kewalahan secara mental maupun emosional.
Burnout bisa dicegah, tapi butuh perhatian bersama. Tragedi ini menjadi pengingat bahwa di balik pencapaian dan profesionalisme, manusia tetaplah makhluk yang punya batas energi dan emosi.(hasyiim)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: