Topan Wipha Terjang Hong Kong, Aktivitas Transportasi Lumpuh Total dan Ribuan Warga Terdampak
Topan Wipha melumpuhkan aktivitas di Hong Kong dan sejumlah wilayah pesisir selatan Tiongkok pada Minggu 20 Juli 2025, setelah observatorium lokal mengeluarkan Sinyal Badai No. 10, peringatan tertinggi untuk badai tropis.--The Standard (HK)
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID — Topan Wipha melumpuhkan aktivitas di Hong Kong dan sejumlah wilayah pesisir selatan Tiongkok pada Minggu 20 Juli 2025, setelah observatorium lokal mengeluarkan Sinyal Badai No. 10, peringatan tertinggi untuk Badai tropis.
Bandara-bandara utama di Hong Kong, Shenzhen, Zhuhai, dan Makau menghentikan seluruh operasional siang hari mereka.
Ratusan penerbangan dibatalkan atau ditunda, sementara layanan kereta cepat antarwilayah juga dihentikan sementara karena kondisi cuaca ekstrem.
BACA JUGA:Waspada! Badai Multisel Ancam Jawa dan Sumatera
BACA JUGA:Diterjang Badai, 3000 Penerbangan harus Batal
Menurut Observatorium Hong Kong, pusat badai melewati tepat di selatan kota sekitar tengah hari, dengan kecepatan angin maksimum mencapai 140 kilometer per jam.
Pemerintah menyebut lebih dari 200 warga telah dievakuasi ke tempat penampungan umum. Selain itu, puluhan laporan pohon tumbang telah diterima, dan sejumlah taman hiburan termasuk Hong Kong Disneyland ditutup untuk sementara waktu.
Topan Wipha, yang kini telah mencapai kategori badai penuh, diperkirakan akan mendarat di wilayah Makau dan Zhuhai pada Minggu malam sebelum bergerak lebih jauh ke barat menuju Vietnam pada akhir pekan ini.
Badai dengan nama Thailand ini sebelumnya melewati Filipina sebagai badai tropis.
Di sana, Wipha memperparah curah hujan akibat monsun musiman dan menyebabkan banjir serta tanah longsor.
Sedikitnya satu orang meninggal di Provinsi Cagayan, Filipina utara, sementara lebih dari 370.000 warga terdampak, termasuk 43.000 orang yang terpaksa mengungsi.
Laporan dari pihak berwenang menyebut bahwa lebih dari 400 rumah di Filipina mengalami kerusakan akibat badai ini, dengan ribuan lainnya mengalami pemadaman listrik, jalan terputus, dan gangguan komunikasi.
Pihak berwenang di seluruh kawasan Asia Tenggara dan Asia Timur kini bersiaga menghadapi dampak lanjutan dari Topan Wipha, yang telah menunjukkan kekuatan destruktif di sepanjang jalur lintasannya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: