Indonesia Bakal Beli 50 Pesawat Boeing 777, Konsekuensi Penurunan Tarif Trump Jadi 19 Persen

Indonesia Bakal Beli 50 Pesawat Boeing 777, Konsekuensi Penurunan Tarif Trump Jadi 19 Persen

Presiden Prabowo Subianto -Disway/Anisha Aprilia-

50 unit pesawat Boeing, termasuk Boeing 777.

Trump juga menambahkan bahwa Indonesia akan membayar tarif 19 persen untuk setiap barang ekspor ke AS, dengan penyesuaian tarif tambahan jika ada indikasi transshipment (pengalihan negara asal).

Dalam unggahan berikutnya di Truth Social, ia mengatakan bahwa kesepakatan tersebut telah "diselesaikan." Namun, pemerintah Indonesia belum membuat pengumuman serupa hingga Selasa sore.

BACA JUGA:Presiden Prabowo Dijadwalkan Hadiri Sidang Umum PBB di New York pada September 2025

“Trump juga mengatakan Indonesia berkomitmen untuk membeli "Energi AS senilai USD15 Miliar, Produk Pertanian Amerika senilai USD4,5 Miliar, dan 50 pesawat Boeing, banyak di antaranya adalah Boeing 777,” tulis Trump di Truth Social.

“Untuk pertama kalinya para petani, peternak kita akan memiliki akses lengkap dan total ke pasar Indonesia yang memiliki 280 juta jiwa. Sebagai tambahan, Indonesia akan membayar 19 persen tarif dari setiap barang mereka yang diekspor ke AS, sementara ekspor AS ke Indonesia tetap akan ada yang ditarif dan beberapa tanpa tarif. Jika terjadi transshipment dari negara dengan tarif lebih tinggi, maka tarif tersebut akan ditambahkan ke tarif yang dibayar Indonesia. Terima kasih untuk rakyat Indonesia atas persahabatan dan komitmen untuk mengatasi defisit perdagangan. Kami akan tetap berbuat banyak untuk Rakyat Amerika dan Rakyat Indonesia!,” tulis Trump.

Dampak Strategis: Garuda Mengudara Lebih Tinggi

Langkah pembelian 50 pesawat Boeing ini diyakini akan mempercepat transformasi dan ekspansi Garuda Indonesia di level regional dan global. Terlebih dengan sinyal kuat dari pemerintah untuk menjadikan maskapai ini sebagai simbol kedaulatan ekonomi dan kebanggaan nasional.

Dengan kolaborasi multilateral dan pendekatan strategis dalam perdagangan internasional, Indonesia tak hanya memperluas armada penerbangan, tetapi juga mempererat hubungan dagang dengan salah satu kekuatan ekonomi terbesar di dunia.

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait